https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Hadirnya 500 TKA China, Transformasi Tenaga Kerja Lokal dan Ekonomi di Sultra


Konawe, Rakyatpostonline.com –
Keberadaan perusahaan PT. VDNI dan PT. OSS diklaim masyarakat lingkar tambang sangat memberikan kontribusi dalam memberdayakan masyarakat, meningkatkan kualitas hidup warga, dan mendorong pertumbuhan ekonomi Sulawesi Tenggara secara umum.

PT VDNI diharapkan fokus memberdayakan masyarakat di Kecamatan Bondoala, Kapoiala, dan Morosi di Kabupaten Konawe. Ketiga kecamatan tersebut merupakan lokasi penambangan yang menyalurkan bahan baku untuk diproses di smelter ini.

Masuknya 500 TKA dari Tiongkok ke Sulawesi Tenggara yang akan bekerja sebagai teknisi ahli di perusahaan PT. VDNI dan PT. OSS yang beroperasi di Kecamatan Morosi, Kabupaten Konawe rupanya membawa angin segar tersendiri bagi masyarakat yang membuka usaha disekitar kawasan Mega Industri tersebut.

Sebut saja Budiono (58) salah seorang warga yang tempat usaha warung makannya tepat berada dijalan masuk kawasan perusahaan mengaku, bila teknisi dari TKA tidak didatangkan dari Tiongkok siapa yang akan memasang infrastruktur pembuatan smelter dan peralatan pendukung teknis lainnya.

“Karena kitakan belum bisa pasang-pasang begitu, itu kan yang datang cuman teknisinya, setelah dipasang mereka langsung pulang, jadi kalau teknisi tidak datang yah tidak akan terpasang, kalau tidak didatangkan TKA nda akan jadi ini smelter dan karyawannya tidak akan tambah,” ungkap Budiono, Senin (22/06/2020).

Bahwa 500 TKA asal China sangat dibutuhkan di tengah upaya hilirisasi tambang di Indonesia. Kehadiran 500 TKA untuk mempercepat pembangunan smelter dengan teknologi RKEF (Rotary Kiln-Electric Furnace

Ternyata sebelum berhasil seperti sekarang ini, Budiono dulunya hanya seorang petani dengan pendapatan Rp 5 Jt per 3 bulan saat panen, namun sejak industri smelter tersebut beroperasi Ia memutuskan untuk berwirausaha dengan membuka warung makan dengan penghasil omset bersih rata-rata Rp. 5 Jt perharinya.

“Perputaran ekonomi, hasil dari usaha warung makan tersebut, uangnya diputar lagi dengan membangun kost-kost’an semi permanen dengan 56 kamar yang tak pernah kosong sekali pun. “Saya sewakan ada yang 600, 800, sampai sejuta sebulan,” tuturnya.

Serupa yang di katakan oleh Ruli, yang bertindak sebagai Koordinator Smelter 1, 2, dan 3 di PT. VDNI, masuknya teknisi TKA, merupakan tenaga ahli yang akan membangun di Morosi yakni PT. VDNI dan PT. OSS. Masuknya mereka akan berdampak positif, karena anak-anak muda yang baru saja menamatkan pendidikan yang masih nganggur dan lulus sekolah dapat langsung diserap untuk memenuhi kebutuhan tenaga kerja.

Sama halnya yang diungkapkan oleh Translator Penanggung Jawab Teknik dan Lapangan, Sukal Septi Sari. Menurutnya, TKA yang datang membawa skill masing-masing sehingga pembangunan smelter akan lebih cepat sesuai dengan waktu dan jadwal yang telah ditentukan.

“Karyawan lokal bisa diserap, karena satu karyawan china dapat dibantu oleh tujuh karyawan lokal. Selepas pekerjaan TKA dari China rampung, giliran pekerja lokal yang meneruskan proyeknya,” Ungkap, Sukal Septi Sari.

500 TKA China yang datang nanti dipastikan tidak akan mengambil alih pekerjaan dari tenaga kerja lokal. Menurut, Sukal bahwa kedatangan TKA China justru mempercepat penyerapan tenaga kerja lokal. Apalagi pemerintah sudah menyiapkan para tenaga kerja lokal lewat politeknik yang bekerja sama dengan beberapa universitas misalnya ITB, UI, UGM, dan ITS.

*Kery Saiful Konggoasa, Bupati Konawe.

Ditemui di tempat berbeda, hal senda dikatakan Bupati Konawe, Kery Saiful Konggoasa juga secara terang-terangan menerima kedatangan 500 TKA Tiongkok.

Menurut Bupati dua periode itu, industri pemurnian dan pengolahan nikel di PT VDNI dan OSS di Kecamatan Morosi, harus tetap beroperasi. Sebab, keberadaan perusahaan itu memberikan sumbangsi besar terhadap pendapatan asli daerah (PAD) Konawe.

‘Industri harus jalan, kondisi keuangan kita sedang sulit sekarang,” ungkap Kery saat ditemui di kediamannya.**


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *