https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Banderano Tolaki Apresiasi Delapan Poin MoU LAT Bersama VDNI

Konsorsium Tolaki Mepokoaso menandatangani MoU bersama Pihak Perusahaan VDNI dan OSS. Minggu, (4/7/2020). (Ist/Rakyatpostonline.com)


Kendari, Rakyatpostonline.com |
Lembaga Adat Tolaki (LAT) Sulawesi Tenggara (Sultra) bersama sembilan OKP Tolaki yang tergabung dalam Konsorsium Tolaki Mepokoaso menandatangani MoU bersama Pihak Perusahaan VDNI dan OSS di Rumah Makan Surya yang mana isi MoU itu memuat 8 point Perjanjian.

Penandatangan MoU tersebut pun mendapat berbagai tanggapan dari kelompok masyarakat antara lain (AMPH) Sultra dan Koalisi Masyarakat Sultra bersatu.

Menanggapi Kritikan tersebut, Komandan Banderani Tolaki, Hedianto Ismail, berpendapat LAT Sultra sebagai Lembaga tertinggi milik Suku Tolaki hadir disini sebagai penyambung aspirasi masyarakat Tolaki kepada pihak Perusahaan.

“Sebagaimana yang kita ketahui bahwa dua Perusahaan ini VDNI dan OSS berdiri diatas tanah leluhur Suku Tolaki tepatnya Kabupaten Konawe (Pusat dari Wilayah Eks Kerajaan Konawe) yang mana mayoritas masyarakatnya bersuku Tolaki, jadi wajar saja LAT hadir untuk mengakomodir keinginan masyarakat Tolaki,”ujarnya

Lanjutnya, pria yang akrab disapa Bang Hedy mengatakan, Perlunya pendekatan kultural dibutuhkan dalam membangun komunikasi dengan masyarakat konawe (khususnya Orang Tolaki) sebagai bentuk rasa hormat perusahaan dalam menanamkan investasinya dengan membangun Pabrik Smelter di tanah tolaki, dan itu sangat perlu saya rasa.

“Dan sudah cocok LAT SULTRA hadir disini untuk mengakomodir keinginan masyarakat Tolaki kepada Perusahaan,” ujarnya saat diwawancarai Via Whats Up, Minggu (4/7/2020)

Ia menjelaskan, Beberapa Perusahaan di Indonesia pun juga ketika melakukan investasi dan pembangunan pabrik selalu melakukan pendekatan dan komunikasi secara kultural dengan masyarakat setempat.

“Contohnya saja kita lihat di wilayah Masyarakat Adat Dayak dan Masyarakat Adat Papua, maka di konawe implementasi dari komunikasi ke masyarakat lokal adalah Lembaga Adat Tolaki (LAT) yang merupakan representasi Masyarakat Tolaki,” Pungkas, Hedy. (*)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *