Kehadiran TKA China di Sultra Potensi Menimbulkan Pertumpahan Darah Warga Lokal

*Ketua Bidang Kajian Data dan Advokasi Format Sultra, Alala Pelesa, SH.


Kendari, Rakyatpostonline.com –
Keputusan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Tenggara menyetujui kedatangan Tenaga kerja Asing (TKA) asal China yang bekerja di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) mendapat penolakan.

Penolakan tersebut datang dari Forum Pemerhati Tambang (Format) Sulawesi Tenggara yang meminta kedatangan TKA China yang nantinya bekerja di kawasan mega industry Konawe agar membatalkan kedatangan para TKA, mengingat gelombang penolakan masyarakat atas kehadiran para TKA di Sultra amatlah besar.

Ketua Bidang Kajian Data dan Advokasi Format Sultra, Alala Pelesa, menuturkan kehadiran TKA China nantinya akan menimbulkan konflik horizontal yang berpotensi terjadinya pertumpahan darah di wilayah sekitar lingkar tambang, mengingat kedatangan mereka dimasa pandemi Covid-19 ini tidak di inginkan apalagi diketahui para TKA yang datang bekerja di PT VDNI berasal dari negara asal virus itu menyebar.

“Jika Pemerintah Provinsi Sultra masih merestui kedatangan para TKA China bekerja di PT VDNI, dimasa pandemi ini berpotensi menimbulkan pertumpahan darah disekitar wilayah lingkar tambang, dikarenakan kondisi kebatinan warga masih merasa terganggu dari ancaman virus corona mengingat para TKA yang datang dari negara asal virus itu,” Paparnya.

Putra asal Konawe ini menyarankan, agar Pemerintah Daerah Sulawesi Tenggara tetap menolak keinginan PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) mendatangkan TKA dimasa pandemi, karena akan menimbulkan gejolak pertumpahan darah.

“Secara tegas masyarakat Sultra menolak kedatangan mereka, saya kira bapak Gubernur harus mempertimbangkan hal ini apabila kedatangan mereka tetap di restui oleh Pemerintah Provinsi, di khawatirkan akan terjadi pertumpahan darah antara warga lokal dan para TKA,” Ucap pria yang lebih akrab disapa Hendrik ini. (*A/MS).

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.