Renggut Nyawa di Lahan PT. Bososi, Forsemesta Desak Polda Sultra Periksa Legalitas PT. NPM

TEWAS PEKERJA TAMBANG - Muhamad Ikram Pelesa, Koordinator Presidium Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (FORSEMESTA). (Sultan/Rakyatpostonline.com)


Kendari, Rakyatpostonline.com – Sungguh naas nasib dua orang pekerja tambang PT Natural Persada Mandiri (PT NPM) yang beroperasi di Desa Morombo, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara (Sultra), Edy Sudrajad (24 tahun) dan Andri (21 tahun), keduanya tewas tertimbun tanah saat mengambil sampel ore nikel, pada Selasa (10/3/2020) sekitar pukul 15.00 WITA.

Mengutip keterangan sumber yang namanya minta diinisialkan sebagai Ode, kepada media online www.kumparan.com melalui sambungan telepon, Rabu pagi (11/3), mengungkapkan, korban bernama Edy Sudrajad berkerja sebagai geologist sekaligus pengawas, sedangkan Andri berkerja sebagai sampel man. Keduanya berkerja di PT NPM.

“Kejadiannya kemarin (Selasa, 10 Maret 2020), sekitar jam 2 atau 3 siang. Di Morombo, area PT Bososi, nama perusahaan (tempat korban berkerja) PT Natural Persada Mandiri, (beraktivitas) di area PT Bososi. Salah satu korban (Edy Sudrajad) itu teman saya,” jelasnya.

TEWAS PEKERJA TAMBANG – Almarhum Edy Sudrajad (24 tahun) dan Andri (21 tahun), keduanya tewas tertimbun tanah saat mengambil sampel ore nikel, pada Selasa (10/3/2020)

Ia menjelaskan, kejadian itu bermula saat kedua korban sedang melakukan pengambilan sampel dan mengukur ketebalan ore nikel. Setelah operator ekskavator menggali tanah sedalam 7 sampai 10 meter, kedua korban langsung turun ke dalam lubang.

“Tapi tiba-tiba tanah yang ada di atasnya longsor, dan menimbun mereka berdua. Temanku ini (Edy Sudrajad) sempat dia kontak pakai radio (saat tertimbun tanah), minta tolong, tapi endak sempat, Setelah tertimbun, operator (ekskavator) panik, terus dia gali pakai ekskavator. Akhirnya korban (Edy) lehernya patah, korban satunya (Andri) bocor pinggangnya karena terkena kuku backet,” katanya.

Menanggapi Kejadian tersebut, Koordinator Presidium Forum Mahasiswa Pemerhati Investasi Pertambangan (FORSEMESTA), Muhamad Ikram Pelesa melalui Rilisnya (12/03/2020). Mendesak Kepolisian Daerah Sulawesi Tenggara untuk mengusut tuntas peristiwa meninggalnya kedua kariawan PT. NPM dilahan Milik PT. Bososi Pratama, mengenai penerapan prosedur Penggunaan K3 Perusahaan kepada kariawan termasuk Korban.

“Ini merupakan Musibah, Namun Kejadian ini kami minta diusut tuntas oleh Polda sultra, Kami duga prosedur penggunaan K3 tidak diterapkan terhadap Para Pekerja tersebut sehingga terjadi insiden menelan korban jiwa”, Desaknya

Mahasiswa Pascasarjana Manajemen CSR Universitas Trisakti ini, juga meminta Polda Sultra untuk memeriksa Legalitas dan Status PT. Natural Persada Mandiri (NPM) yang tengah beroperasi Dilahan PT. Bososi Pratama. Sebab menurutnya dengan Insiden tersebut secara tidak langsung mengkonfirmasi dugaan atas banyaknya perusahaan-perusahaan yang melakukan Join operasional kepada PT. Bososi Pratama.

“Selain pengusutan kematian 2 Kariawan PT. NPM, kami juga meminta Polda Sultra untuk memeriksa Legalitas dan Status PT. Natural Persada Mandiri (NPM) yang tengah beroperasi Dilahan PT. Bososi Pratama. Karena dengan Insiden ini secara tidak langsung mengkonfirmasi dugaan kami atas banyaknya perusahaan-perusahaan yang melakukan Join operasional kepada PT. Bososi Pratama”, Pungkasnya

Wakil Sekretaris Jenderal PB HMI ini mengajak semua pihak untuk mengawal persoalan tersebut sampai tuntas, menurutnya persoalan tersebut tidak hanya berbicara soal pengusutan meninggalnya kedua kariawan PT. NPM, akan tetapi menjadi jalan pembuka untuk menindak Dugaan Praktek Join Operasional yang dilakukan PT. Bososi Pratama terhadap beberapa perusahaan yang beroperasi diwilayah IUP nya

“Mari kawal persoalan ini sampai tuntas, persoalan ini tidak hanya berbicara soal pengusutan meninggalnya kedua kariawan PT. NPM, akan tetapi ini membuka Dugaan Praktek Join Operasional yang dilakukan PT. Bososi Pratama terhadap beberapa perusahaan yang beroperasi diwilayah IUP nya dan kami minta Polda harus menindak itu”, Tegasnya

Sementara itu, Kepala Bidang Humas Polda Sultra, AKBP La Ode Proyek saat dikonfirmasi kendarinesia, membenarkan kejadian tersebut. Kata dia, kedua korban berkerja di PT NPM, tapi La Ode Proyek tidak mengkonfirmasi lebih jauh bahwa PT NPM beraktivitas di area PT Bososi.

“Benar, kejadiannya kemarin. Korban meninggal dunia akibat kecelakaan kerja. Korban atas nama Edy Sudrajad, umurnya 24 tahun asal Kolaka Utara, dan Andri, umurnya 21 tahun asal Konawe. Berkerja di PT NPM,” jelasnya. (B)

Laporan: Sultan
Editor: M. Sahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.