Konut Ditangan Ruksamin, Yusran Taridala: Bukan Saja Monumen, Lebih ke Peningkatan SDM

H. Yusran Taridala

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Bacakan Berita“]
Konawe Utara, Rakyatpostonline.com | Pembangunan Sumber Daya Manusia (SDM) merupakan suatu proses untuk memperbanyak pilihan bagi penduduk, kebebasan untuk hidup lebih sehat, lebih berpendidikan, dan menikmati standar hidup yang layak dalam suatu daerah. Kabupaten Konawe utara (Konut) kini sudah merealisasikan hal itu hingga sampai saat ini.

Pengamat Politik Sulawesi Tenggara (Sultra), H. Yusran Taridala, SP, mengatakan, bahwa pembangunan konawe utara saat ini lebih ke peningkatan SDM, Seperti Pendidikan adalah investasi peradaban. Kalimat ini menandakan betapa pentingnya pendidikan dalam membangun sendi-sendi peradaban sebuah bangsa. Bisa dikatakan, tanpa pendidikan, sebuah negara akan lemah, bahkan dapat hancur.

“Saya mengetahui perjalanan pembangunan yang diselenggarakan oleh pemerintah daerah konawe utara. Terkhusus ditangan kepemimpinan Bupati, Dr. Ir. H. Ruksamin, ST., M.Si., IPM., ASEAN Eng, kalau bicara pembangunan, semuanya itu lebih pada hal-hal yang normativ. Dimanapun pembangunan daerah di Indonesia, kalau paradigmanya berbasis APBD, itu sudah melaksanakan pembangunan, karena didukung dengan anggaran,” Ungkap, H. Yusran Taridala, pada Rakyat Post, Sabtu, (15/8/2020).

Menurut H. Yusran Taridala, Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) konawe utara yang hanya sekitar Rp 800 Milyar, kemudian dengan belanja modal hanya sekitar Rp 300 Milyar, saat ini Bupati Konut, H. Ruksamin, sudah menghasilkan beberapa karya yang sudah dirasakan oleh masyarakat konut.

Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin.

“Setelah infrastruktur, Pembangunan Manusia menjadi prioritas kepemimpinan Bupati Konawe Utara, Dr.Ir.H. Ruksamin, tetapi ada orang yang mengukur pembangunan itu dari segi ukuran-ukuran monumental (fisik) sebenarnya itu keliru. Pembangunan dilakukan oleh pemda konut, lebih banyak pada soal peningkatakan kualitas SDM,” Paparnya.

Itulah mengapa setiap bangsa, termasuk Kabupaten Konawe Utara, Lanjut H. Yusran Taridala, harus menyusun strategi pembangunan pendidikan dalam rangka menyiapkan generasi penerus untuk Konut dan Indonesia dimasa akan datang.

“Membangun SDM ini tidak sama dengan membangun monument. Kalau membangun monument, hari ini kita rencanakan, besok atau tahun depan monumennya sudah berdiri dan selesai. Tetapi membangun Sumber Daya Manusia, hari ini kita rencanakan, hasilnya pasti ke 10 atau 20 tahun kedepan akan datang,” Terangnya.

Diketahui pemda konut sudah menggelontarkan Beasiswa bagi 2128 orang mahasiswa konut terdampak Pandemi Covid 19. H. Ruksamin, memaparkan kala itu bahwa kondisi saat ini banyak orang yang membutuhkan bantuan untuk memenuhi kehidupan sehari-hari, selain itu mahasiswa yang melakukan pembelajaran jarak jauh juga mengalami kesusahan.

“Itulah salah satu contoh, alokasi anggaran pendidikan ditingkatkan oleh pemda konut, demi bentuk simpatik Bupati terhadap keberlangsungan mahasiswa menempuh pembelajaran secara daring,” Ucap, H. Yusran Taridala.

Jumlah penerima Bantuan Langsung Tunai (BLT) bagi mahasiswa yang telah terdata sebanyak 2128 orang, diantaranya terdiri dari Kecamatan Motui 111 orang, Sawa 159, Lembo 152, Wawolesea 72, Lasolo 281, Lasolo Kepualauan 1, Molawe 250, Andowia 306, Asera 282, Oheo 238, Landawe 77, Wiwirano 108 dan Langgikima 87 orang.

Prioritas pembangunan Sumber Daya Manusia didasari kecemasan akan perubahan dunia yang penuh dinamis, kompetitif, dan penuh risiko. Oleh karena itu pemda konut harus terus mengembangkan cara-cara baru dan nilai-nilai baru. Jangan sampai terjebak dalam rutinitas yang monoton.

Selain pendidikan, sektor kesehatan juga tidak luput dari perhatian pemda konut, melalui Peraturan Bupati (Perbup) konawe utara tentang Upah Minimum Kabupaten (UMK), jadi upah minimum kabupaten sudah ditetapkan menjadi perbup. 17 Kabupaten yang berada di sulawesi tenggara, baru 5 kabupaten yang sudah sudah terealisasi BPJS ketenagakerjaannya, salah satunya kabupaten konawe utara. Dan tercatat ada 159 desa di konut yang sudah terdaftar di BPJS ketenagakerjaan.

“Terkhusus di bidang kesehatan, semua juga mengakui. Coba cek angka data penerima bantuan iuran Badan Penyelengaraan Jaminan Sosial (BPJS) Konawe Utara tahun 2019, hampir 90% lebih, seluruh warga konut sudah terdata. Berkat bantuan iuran BPJS ini luar biasa. Kemudian saat ini kita lihat, bahwa pelayanan kesehatan di Puskesmas, rumah sakit, sudah mampu memberikan jaminan hidup yang layak di sektor kesehatan bagi masyarakat konut,” Pungkasnya (*)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *