https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Merebahnya Corona, Ketum Jamindo Sebut Pemerintah Jangan Bikin Panik, Solusi Lebih Penting !

MEREBAHNYA VIRUS CORONA | Muh. Gilang Anugrah, Ketua Umum Jamindo (16/3/2020). (Foto. Nursalim/Rakyatpostonline.com)


Konawe Selatan, Rakyatpostonline.com – Ketua umum jamindo, MGA muh gilang anugrah, angkat bicara terkait masuknya TKA di bandara haluoleo yang menjadi viral sampai hari ini, kemudian informasi yang di keluarkan kapolda sultra, stagmen kemenkumham dan disnaker yang simpang siur tak ada solusi.

Puluhan TKA asal China di Bandara Haluoleo (HO) Kendari yang datang dengan menggunakan pesawat Lion Air, terekam warga, Minggu (15/3/2020). Kejadiannya sekitar pukul 20.00 Wita, saat jadwal paling akhir kedatangan pesawat di bandara pada hari itu. Dalam video tersebut, pekerja asal China datang secara bergerombol saat keluar dari pintu pesawat dan masuk di dalam lobi bandara.

Video berdurasi 58 detik itu, merekam TKA China yang datang melalui lobi dan masuk di ruang tunggu bandara. Selanjutnya, tanpa ada pengawalan dan pemeriksaan, pekerja asal China melenggang keluar di halaman parkir. Menurut sejumlah saksi, puluhan pekerja itu kemudian dijemput beberapa mobil angkutan. Selanjutnya, meninggalkan bandara menuju PT VDNI dan wilayah Desa Morosi, Kabupaten Konawe.

“Pemerintah jangan buat gaduh dan panik masyarakat sultra terkait stagmen yang simpang siur, kita harusnya mencari solusi tentang masuknya virus covid-19 di bumi anoa,” Cetus Muhammad Gilang.

Dalam video, sejumlah pekerja terlihat menggunakan pakaian biasa. Mereka menutupi sebagian wajahnya dengan masker. Kontan, tersebarnya video ini di media sosial sempat membuat panik masyarakat.

Dari sejumlah komentar warganet, beberapa warga menyatakan ketakutan dan panik dengan kedatangan sejumlah pekerja asal China di tengah kabar mulai ada sejumlah korban terjangkit virus corona. Mengatasi hal ini, Kapolda Sultra langsung turun tangan dan memburu penyebar video.

“Pemerintah provinsi sultra yakni Gubernur sultra, Ali Mazi, Polda Sultra dan Instansi Terkait, harus hentikan mobilisasi TKA di bumi anoa, demi mencegah masuknya virus covid-19 ini, dan TKA yang sedang di perusahan-perusahan harusnya di periksa kesehatannya, agar tidak merebah kepada masyarakat secara luas,” Tutup Gilang.

Diketahui Satuan Cyber Crime Polda Sulawesi Tenggara, akhirnya menangkap Penyebar video itu, diketahui bernama Hardiono (39), seorang warga Desa Onewila, Kecamatan Ranomeeto, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel). (C)

Laporan: Nursalim
Editor: M. Sahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *