Gubernur Sultra Harus Perketat Pengawasan, Jangan Sekedar Himbauan COVID-19

Ahmad Zainul.


Kendari, Rakyatpostonline.com – Garda Muda Haluoleo meminta masyarakat dan pemerintah, agar sinergi menghadapi wabah covid 19. Beberapa bulan ini kita kita di perhadapkan dengan adanya suatu bentuk virus covid 19 yang biasa di kenal masyarakat dengan nama virus corona. Virus ini pertama kali di temukan di daerah wuhan, Provinsi hubei, China.

Seperti halnya di negara lain, yang melakukan penaganan secara maksimal. Pemerintah Indonesia juga telah melakukan berbagai kebijakan nyata, untuk kemudian melakukan upaya penanganan secara penuh, agar bisa terhindar dari serangan viris covid.

Di temui di sekretariatnya, Kordinator Pusat Garda Muda Haluoleo, Ahmad Zainul, melihat bahwa sampai hari kebijakan pemerintah daerah Provinsi Sulawesi Tenggara terkait pembatasan aktivitas luar rumah masih sangat lemah dan belum menemui rumusan jelas.

Saat ini, kita membutuhkan ketegasan dari Pemerintah Daerah dan juga mesti ada formula khusus dari pemerintah. Semisal Tim satgas covid 19, harus memetakan mana yang memang secara pekerjaan, boleh melakukan aktivitas di luar rumah. Mana yang memang harus di rumah saja. Seperti ojek online pedagang dan pegawai rumah sakit dan beberapa profesi yang memang harus beraktivitas. Tetapi selain itu pemerintah perlu mengambil sikap lebih tegas untuk tidak membiarkan masyarakat berkeliaran agar penyebaran virus covid tidak semakin membludak.

Melihat dari Himbauan yang terus di keluarkan pemerintah berbanding terbalik, dengan yang kita jumpai dilapangan. Aktivitas di jalanan dan beberapa tempat masih didapati aktivitas masyarakat yang massif.

Virus ini sudah menjadi pandemic Dunia Internasional. Maka dari itu bapak gubernur harus berani mengambil sikap untuk mengeluarkan kebijakan Partial Lockdown atau karantina wilayah langkah langkah nya yag harus secepatnya mempersiapkan stok bahan makanan dan kebutuhan lainya terutama untuk masyarakat menengah ke bawah Kita tidak boleh menunggu sampe lebih banyak korban positif covid 19 bahkan meninggal. Jelas kapolri mengatakan keselamatan masyarakat adalah hukum tertinggi.

Jika Pemprov dan Pemkot lamban maka idealnya wajib tugas itu serahkan Kepada TNI dan POLRI Karena hal ini membutuhkan ketegasan dalam upaya memberikan kesadaran terhadap masyarakat guna memutus mata rantai pendemic Corona, menyelematkan Rakyat lebih luas lebih utama dibanding yang lain.

Kami juga meminta, agar tidak ada upaya dari pihak manapun untuk membangun opini yang salah atau Hoax karna justru akan membangun ke gaduhan di tengah tengah masyarakat. Mari bersama kita sinergi untuk stay di rumah. (*)

Laporan: Nursalim
Editor: M. Sahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.