Zaiful, Bupati Lampung Timur Saat Diskusi Bersama Rekan Media,Terkait Pemblokiran Kartu Indonesia Sehat (KIS). (Feru Zabadi/Rakyatpostonline.com)

Lampung Timur, rakyatpostonline.com – Bergerak cepat menindak lanjuti adanya berita terkait pemblokiran Kartu Indonesia Sehat (KIS) milik salah seorang warganya, Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari segera lakukan rapat koordinasi.

Rencananya rapat kooridinasi tersebut akan dilaksanakan pada siang ini di Ruang Kerja Bupati Lampung Timur, Senin, (26/08/2019). Hal itu disampaikan langsung oleh Zaiful saat mengunjungi ananda Hafiz Azam Aditya, warga Dusun 3, RT 05/RW 03, Desa Tulung Pasik, Kecamatan Mataram Baru.
Hafiz merupakan warga Lampung Timur yang mana Kartu KIS nya tidak dapat digunakan untuk berobat.

Untuk diketahui pemblokiran kartu KIS milik ananda Hafiz Azam Aditya itu diketahui ketika Tumin (orang tua ananda Hafiz Red*) ingin membayar biaya perawatan anak keduanya Hafiz yang diketahui telah menjalani operasi usus buntu pada tanggal 11 Agustus 2019 di Rumah Sakit Mardi Waluyo Metro dan biaya perawatan selama delapan hari pasca operasi.

Ketika Tumin menyodorkan kartu KIS (Kartu Indonesia Sehat) dimaksud pihak administrasi rumah sakit menolak hal itu dikarenakan kartu bantuan pemerintah itu telah di blokir.
Dalam keterangan singkatnya, Zaiful menjelaskan bahwa berdasarkan informasi, sebanyak 21.000 kartu KIS masyarakat Lampung Timur telah di blokir yang mana salah satunya ialah Hafiz.

“Menurut keterangan dari kepala UPTD Kesehatan tadi dan dari Dinas Kesehatan bahwa Lampung Timur ada terdampak dari pencabutan KIS itu sebanyak 21 rb dan dari persoalan itu salah satu saudara kita yakni Hafiz yang saat ini sedang kita lihat kondisinya seperti apa. Menyikapi persoalan dicabutnya KIS itu hari ini kita akan mengundang BPJS, Dinas Sosial, Dinas Catatan Sipil serta Dinas Kesehatan karena kita akan melakukan koordinasi terkait dengan prihal itu,” Bupati Lampung Timur, Zaiful Bokhari.

Zaiful menambahkan, “Hari ini dalam rapat itu kita akan mengundang pihak BPJS nya langsung dan dinas terkait termasuk capil karena menurut keterangan untuk menjadi peserta BPJS ada yang terkendala dengan KTP oleh karena itu ini berkaitan dengan capil, saya tidak ingin hal hal yang demikian, sehingga ada persoalan persoalan apa disitu bisa dilaporkan kepada Bupati,” Tambahnya.

Dengan adanya peristiwa yang dialami oleh ananda Hafiz ini menjadi pembelajaran bagi pemerintah kabupaten untuk bisa mengambil langkah cepat dalam menghadapi setiap permasalahan yang ada sehingga kedepan tidak ada lagi yang mengalami hal serupa.

“Ini adalah salah satu pembelajaran yang berharga bagi pemerintah kabupaten untuk bisa mengambil langkah-langkah cepat, seperti hari ini kita akan melaksanakan rapat terkait dengan 21 ribu di Lampung Timur ini yang dicabut oleh pusat, sehingga jangan sampai nanti saudara kita yang lain yang mengalami hal yang sama dengan hal ini,” Tegas Zaiful.

Zaiful pun menjelaskan bahwa Pemerintah Kabupaten Lampung Timur juga memiliki program pengobatan gratis namun hanya untuk di Kabupaten Lampung Timur.

“Pemerintah kabupaten peduli dengan kesehatan warga masyarakat dan kita juga memiliki program yang berkaitan dengan pengobatan gratis tapi ini untuk di kabupaten, kalau diluar kabupaten ini harus menggunakan BPJS,” Imbuhnya.

Dalam kesempatan tersebut, tak lupa pula pemilik sapaan akrab Bang Zaiful itupun menyampaikan rasa terimakasihnya kepada awak pers yang telah membantu pemerintah kabupaten dalam rangka menyoroti hal-hal yang berkaitan dengan kesehatan ini.

Pada momen kunjungan itu, Bupati Lampung Timur Zaiful Bokhari yang hadir dengan di dampingi Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat, Tarmizi, Plt. Kepala Dinas Kesehatan, Yuliansyah dan Camat Mataram Baru, Ismail itu juga memberikan bantuan taliasih kepada keluarga Ananda Hafiz. (B)

Laporan : Feru Zabadi
Editor : M. Sahrul/Red

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here