Warning ASN Konsel, Rasyid: Laporkan Aparat Kecamatan Lakukan Pungli

Wakil Bupati Konawe Selatan, Rasyid.

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Teks Berita“]

Konawe Selatan, Rakyat Post Online – Wakil Bupati (Wabup) Konawe Selatan, Rasyid S.Sos, M.Si dalam dua hari terakhir menjalankan tugasnya dengan melakukan Kunjungan Kerja (Kunker) dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) penyelenggaraan Pemerintahan di tingkat Kecamatan.

Tercatat sudah 4 Kecamatan yang disambanginya, yakni Sabulakoa, Mowila dan terakhir, Rabu (19/5) Kecamatan Angata dan Benua yang dikunjunginya.

Wabup Konsel, Rasyid mengatakan, hal tersebut amatlah penting dilakukannya, demi melakukan pembinaan dan juga  pengawasan terhadap penyelenggaraan pemerintahan pembangunan dan pembinaan kemasyarakatan serta pelayanan publik di tingkat kecamatan yang berkesesuaian dengan program Pemerintah Daerah Kabupaten Konawe Selatan.

Selain itu pasangan H. Surunuddin Dangga ini menjelaskan sensus kepegawaian yang dilakukannya bertujuan untuk meningkatkan disiplin ASN Konsel sehingga ada perbandingan lurus antara kinerja dengan kesejahteraan yang akan didapatkan yang didasarkan atas kalkulasi penerimaan dan belanja daerah.

Kunjungan Kerja (Kunker) dan Monitoring dan Evaluasi (Monev) Wakil Bupati Konawe Selatan, Rasyid pada penyelenggaraan Pemerintahan di tingkat Kecamatan. (Ist)

Di Angata, Rasyid dengan tegas meminta Camat sebagai perpanjangan tangan Kepala Daerah diwilayah kecamatan untuk tidak segan- segan melaporkan ke Pimpinan Daerah jika ada kepala instansi atau jawatan di Tingat Kecamatan yang tidak melakukan koordinasi dengan camat dan bekerja seenaknya saja agar segera dilakukan pembinaan peningkatan disiplin dan etika birokrasi Aparutur Sipil Negara.

Terkait dengan masalah di Puskesmas dan Tenaga Pengajar GTT (Guru Tidak Tetap) Rasyid meminta Kepala Puskesmas (Kapus) agar melakukan telaah untuk mekanisme pembuatan SK dengan system imbalan sebagai insentif atas jasa yang telah dilakukan dengan berkoordinasi dengan Kadis Kesehatan dan BKPSDM

Sementara untuk SK GTT dan Perawat agar menunggu kebijakan dari Pemda Konsel dan untuk itu Wabup Rasyid meminta agar Kepala Sekolah dan Kapus untuk tidak menerima tenaga honorer baru.

Di Sabulakoa pria yang sebelumnya anggota DPRD Sultra ini meminta perencanaan pembangunan Masjid agar dibuat kalkulasi jumlah jamaahnya sehingga unsur manfaat dapat terpenuhi.

Selain itu, Rasyid menemukan fakta bahwa masih sangat dibutuhkan mobiler dan Rehab sekolah SD dan SMP di Kecamatan Sabulakoa yang kondisinya memang perlu perhatian serius Pemda, juga perlunya melakukan perubahan nomenklatur nama Sekolah di Sabulakoa yang seluruhnya masih menggunakan nama Kecamatan Landono.

Di Kecamatan Mowila, Rasyid mendapati permintaan Pengawas Sekolah yang telah mempunyai sertifikat pengawas meminta agar diadakan pelatihan atau Bintek di kecamatan Mowila yang nantinya akan menjadi atensinya.

Di Kecamatan Benua, Rasyid meminta agar masyarakat dapat menghindari dan melaporkan jika ada pungli yang diketahui.
“Silahkan japri, jika ada aparat Kecamatan yang pungut-pungut tanpa ada aturannya,” tegas Rasyid. (**)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *