Sultra Sempat Dihebohkan, 49 TKA Asal China Milik VDNI Bakal Dikarantina

TKA ASAL CHINA | Anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman, saat konferensi pers terkait kedatangan 49 TKA asal China, Minggu (15/3/20). Selasa (17/3/20). (Foto. Istimewa)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Male” buttontext=”Klick Bacakan Berita“]
Kendari, Rakyatpostonline.com – Warga Sultra di gegerkan video berdurasi 58 detik yang merekam kedatangan WNA asal Tiongkok di Bandara Haluoleo pada Minggu (15/3/20) malam, yang viral di media sosial facebook dan WhatsApp. Anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman, saat konferensi pers terkait kedatangan 49 TKA asal China. Selasa (17/3/20)

Sejak mewabah di China Desember lalu sampai sekarang, virus corona telah menginfeksi lebih dari 110.000 orang dengan pasien meninggal mencapai lebih dari 3.600 orang di lebih 80 negara di seluruh penjuru dunia. Selain aksi-aksi dalam mencegah dan mengobati penyakit Covid-19, dampak sosial yang ditimbulkan oleh virus SARS-CoV-2 itu juga sangat signifikan di Asia dan terkhusus di Indonesia.

Menanggapi hal itu, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Provinsi Sulawesi Tenggara, Melalui Anggota Komisi III DPRD Sultra, Sudirman, mengatakan pihaknya mendatangi PT Virtue Dragon Nikel Industri (VDNI) di Morosi, Kabupaten Konawe, untuk meninjau dan memastikan bahwa ke 49 TKA tersebut betul-betul dikarantina oleh perusahaan.

“Pihak DPRD Provinsi Sulawesi Tenggara memastikan tenaga kerja asing (TKA) asal China yang tiba pada Minggu lalu, akan datang bersama Dinas Kesehatan dan pihak Rumah Sakit Bahteramas Provinsi Sulawesi Tenggara, untuk 49 TKA dikarantina dengan benar oleh pihak perusahaan Smelter di Morosi, Kabupaten Konawe.

Selain itu pula, Politikus PKS ini juga meminta semua pihak yang terlibat dalam mencegah wabah virus corona, agar bersinergi dalam menangani masalah pencegahan COVID-19 sehingga masyarakat yang mendiami di bumi anoa tidak terinfeksi virus mematikan tersebut.

“Apa yang telah terjadi dari pernyataan Kapolda itu tidak bisa serta-merta kita salahkan, sebab tindakan itu dilakukan untuk menetralisir keadaan yang terjadi pada saat video itu beredar, sehingga masyarakat tidak gaduh dan tidak ber andai andai,” Papar, Sudirman.

Diketahui, salah satu alasan mengapa virus corona cepat menyebar ke banyak negara adalah posisi Wuhan sebagai kota yang tengah berkembang pesat dengan tingkat mobilitas keluar-masuk yang besar. Wuhan adalah ibukota provinsi Hubei, yang terletak di titik temu sungai Han dan Yangtze.

Dalam laporan yang dimuat Komisi Perdagangan Kanada pada 2009 lalu, Pemerintah Cina menyatakan bahwa Hubei direncanakan sebagai tempat berkembangnya ekonomi di wilayah tengah Cina. Kota ini juga disebut sebagai salah satu titik utama proyek “Jalur Sutra Baru” Cina.

Keanehan hubungan Wuhan-Indonesia yang tidak menghasilkan kasus positif virus corona tidak hanya terjadi kali ini saja. Jika ditilik dari persebaran wabah penyakit global seperti SARS, MERS, hingga ebola, Indonesia memang kerap tak terjangkit atau mengalami jeda yang cukup lama untuk terjangkit. (*)

(Rakyatpostonline.com/Tim)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *