Disoal Pembebasan Lahan Jalan Kendari-Toronipa, HMI Minta DPRD Sultra Pro Rakyat

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Teks Berita“]
Kendari, Rakyatpostonline.com – Pembangunan ruas jalan kendari-toronipa yang menggunakan anggaran fantastis kembali mendapat sorotan pedas dari Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Kota Kendari.

Ketua Umum HMI Cabang Kendari, Sulkarnain kembali membeberkan pengajuan persetujuan anggaran pembebasan lahan pembangunan jalan kendari-toronipa sebesar kurang lebih Rp 150 Miliar ke Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Rabu (2/12/2020).

“Gubernur kita ini semakin aneh saja, sudah mengajukan pinjaman ke SMI sekitar Rp 800 Miliar, hari ini mau memangkas lagi APBD sekitar Rp 150 Miliar untuk pembebasan lahan toronipa,” Ungkap, Sulkarnain.

Merespon permohonan pengesahan anggaran, kata pria yang akrab di sapa sul itu, berharap kepada seluruh anggota DPRD Sultra untuk benar-benar mengutamakan kepentingan rakyat dan menolak pengajuan gubernur sultra. Sebab, menurutnya hal tersebut akan memangkas anggaran yang telah diprioritaskan untuk pembangunan jalan di tahun 2021.

“Kami sangat berharap kepada seluruh anggota DPRD Sultra, khususnya kepada kakanda Abdurahman Shaleh, ada banyak kebutuhan rakyat yang prioritas. Jika itu di setujui maka kapan lagi jalan di Sultra ini selesai,” Cetusnya.

Mantan kabid PAO HMI itu menyebutkan ada sekitar 11 kilo meter (km) sisa jalan kendari-toronipa yang bakal dikerjakan, sementara anggaran yang di ajukan ke SMI sebesar kurang lebih Rp 800 Miliar, diambah permohonan persetujuan penggunaan dana APBD sekitar Rp 50 Miliar, sehingga menurutnya total anggaran dalam sisa pekerjaan jalan tersebut adalah kurang lebih Rp 950 Miliar.

“Tidak logis, hanya 11 kilo meter masih menelan anggaran sebesar itu? kami hanya tidak menginginkan gubernur itu tidak memprioritaskan kebutuhan masyarakat yang benar benar mendesak,” Terang, Sulkarnain.

Menurutnya, anggaran sebesar itu digunakan untuk pembangunan jalan di sulawesi tenggara, bersisa total anggaran untuk pembangunan jalan di sultra dengan panjang sekitar 250 kilo meter, kalau anggarannya Rp 3,5 miliar per kilo maka totalnya hanya Rp 875 miliar.

“Berarti lebih besar anggaran pembangunan jalan kendari-toronipa yang panjangnya hanya sekitar 11 kilo meter saja. Kami akan konsolidasi, ini tidak boleh diiarkan lagi. Yang jelas kader HMI, OKP dan masyarakat harus menyikapi,” Tambahnya

Ketua Umum HMI Cabang Kendari bakal melakukan konsolidasi kepada seluruh kadernya, organisasi kepemudaan (okp) dan masyarakat kembali mengkiritisi Gubernur dan DPRD Sultra. (**)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *