https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Bangunan Siluman Muncul Di SMA.N 1 Batang Hari

Pembangunan telah mencapai 60%, Namun Papan plang pembangunan anggaran tidak terpasang. (Feru/Rakyatpostonline.com)

Lampung Timur, Rakyatpostonline.com  – Diduga Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Batang Hari, Kabupaten Lampung Timur, tidak transparan dalam menjalankan kepemimpinananya Di bidang pendidikan.

Saat di temui di sekolahnya, H. Suripto, S.Pd (kepala sekolah red), tidak bisa di temui dengan alasan rapat MKKS (Musyawarah Kerja Kepala Sekolah)

“Kepala sekolah tak ada mas ,beliau sedang ada rapat bersama MKKS (musyarah kerja kepala sekolah”, Ujar ramai -ramai Staf tata usaha di sekolahnya.

Selain itu, Drs. Giyarto (Selaku Wakil Kepala Sarana Prasarana ) SMA N 1 Batang Hari, saat di konfirmasi terkait Pembangunan yang ada di sekolahnya dirinya enggan berkomentar .

“Maaf mas, saya tidak tahu menahu tentang pembangunan itu,” Tutur polosnya kepada tim Rakyatpostonline.com Saat di temui di ruangan kerjanya.

Pasalnya, saat ingin di Konfirmasi terkait status bangunan yang ada di SMA N 1 Batang Hari Tidak Memiliki Papan Plang pembangunan atau informasi yang jelas.

“Yang saya tau bangunan itu berasal dari Dana Alokasi Kusus (DAK), dan di buat untuk melengkapi ruang kelas itu saja yang saya tahu dan yang mengelola atau penitia pembangunan dipimpin oleh Purwanto (salah seorang guru red),” Ungkapnya.

Saat ingin di temui Purwanto (penitia pembangunan) tidak berada di tempat.

“Dia tidak ada di tempat mas, kalau tadi pagi ada tapi sekarang gak tau di mana,” Ujar Giyarto.

Sangat disayangkan seorang Waka sarana prasarana tidak mengatahu tentang atau status pembangunan yang ada di sekolahnya, dalam artian didalam struktur organisasi sekolah saja tidak transparan apa lagi mau memberikan informasi yang jelas terhadap khalayak ramai atau orang tua murid.

Laporan: Feru Zabadi

Editor: M. Sahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *