https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Jembatan Wowalatoma Penghubung 9 Desa Luput Perhatian “Bapak Terhormat”

Abidin Slamet

Konawe, Rakyatpostonline.com – Sejak Bencana banjir disejumlah wilayah Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), Khususnya wilayah Kabupaten Konawe pada waktu lalu, mengalami dampak yang memperihatinkan.

Pasalnya, berbagai infrastruktur mengalami kerusakan tidak layak guna oleh masyarakat. Ironis, sampai saat itu sejumlah kerusakan tersebut tak dapat menggugah dan membuka mata penentu kebijakan dalam mengatasi dan menyelesaikan persoalan tersebut.

Seperti halnya beberapa titik kerusakan di Kecamatan Latoma, dilansir dari postingan sosial media (Akun Facebook Red)

Kabid (kepala bidang) Hukum LSM (Lembaga Swadaya Masyarakat) PROJO (Pro Jokowi), Abidin Slamet dalam postingan sangat menyesalkan dan prihatin terhadap cara pandang Pemerintah Kabupaten Konawe terkait perhatian pembangunan infrastruktur di kampong tetua itu.

“Yth. yang Mulia Pemerintah Kab. Konawe
Kami sangat prihatin dengan cara pandang kalian dalam penanganan setiap persoalan yang ada, kenapa kami sampaikan demikian Karena tidak bisa memilah yang mana prioritas dan mana mendesak,” Tandasnya.

Dalam lanjutan postingannya Abidin Slamet sangat menyesalkan sejumlah proyek yang telah terealisasi yang di anggapnya tidak begitu prioritas dibanding keadaan jembatan di kecamatan latoma

“Banyak proyek yang tengah dikerjakan saat ini dikonawe saat yang sama jembatan di Desa Wowalatoma Kec. Latoma dalam kondisi seperti ini, jembatan ini penghubung 9 desa yang ada di Kec. Latoma.” Jelas Slamet.

Persoalan Hancurnya Infrastruktur jembatan penghubung 9 desa tersebut banyak mengalami dampak Rentan naiknya harga sembako.

Abidin slamet@ “Apakah mereka anak tiri di Negeri ini ataukan Karena kalian berikir kec. latoma tidak memberi kontribusi berarti buat Kab. Konawe. Contohnya adalah jembatan di desa wowalatoma Kec. Latoma yang putus sejak banjir lalu sampai saat ini belum ada perhatian kalian. Kasian dengan masyarakat disana setiap menyebrang harus merogoh saku yang dalam bagi kalangan masyarakat miskin demi bisa menyebrang menggunakan perahu/pincara #Salam Berhati Nurani Sedikit,” Pungkas Advokad Mudah Ini Pada Postingan Facebooknya.

Ditempat berbeda, sejumlah masyarakat (Red) yang ditemui awak media Rakyatpostonline.com sangat menyayangkan atas kebijakan Pemda Konawe tidak jeli melihat sektor pembangunan yang berskala prioritas.

“Kami Harap Pembangunan Jembatan Ini Segera di Perhitungkan, Sebab Hal Ini Sangat Menghambat Aktivitas Kami Mencari Rezeki,” Pungkas Firman.

Laporan: M. Saldin
Editor: M. Sahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *