https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Komando Sultra Desak Polda Sultra Berantas Preman di Morosi

Ilham, Ketua Komando Sultra.


Kendari, Rakyatpostonline.com – Korps Mahasiswa dan pemuda Indonesia (Komando) menyambangi Kepolisian Daerah (Polda) Sulawesi Tenggara (Sultra) Kamis, (13/02/2020).

Unjuk rasa mereka di Mapolda Sulawesi Tenggara adalah untuk memberikan ultimatum, bahwa ada oknum kepolisian yang diduga kuat membentengi preman-preman di PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sehinggga begitu subur berkeliaran.

Hal ini di sampaikan Korlap, Iksan Binsar, pihaknya memintan untuk memberantas adanya preman di lingkup perusahaan.

“Kami meminta Polda Sultra Untuk mengusut pihak kepolisian yang terlibat menjadi tameng untuk preman dalam VDNI, karena besar dugaan kami ada pihak kepolisian yang terlibat sehingga setiap unjuk rasa yang kami lakukan selalu di perhadapkan dengan preman, dan Anehnya, kepolisian yang mengawal unjuk rasa tersebut bukannya mengamankan preman yang jelas membawa senjata tajam malah mengamankan masa aksi yang menyampaikan aspirasinya,” Ungkapnya.

Komando Sultra Saat Demonstran di Mapolda Sultra.

Hal senada di sampaikan ketua Komando Sultra Ilham, adanya pilah memilah dan sikap kelalaian secara disengaja oleh pembiaran marajalelanya preman di perusahaan itu. “Kehadiran kami di polda Sultra adalah bentuk kekecewaan kami terhadap pihak Polres Konawe, yang kami duga memiliki tendensi terhadap PT Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) sehingga asas netralitas kepolisian cacat secara konstitusi, ”

Lanjut Ilham, dasar kecurigaan kami bermula pada saat teman kami membawa surat pemberitahuan Aksi unjuk rasa di Polres Konawe pada 27/01/2020 Saat itu Ada dokumentasi yang di lakukan oleh oknum kepolisian pada teman kami, dan pada saat itu teman kami di haruskan membuat surat pernyataan bertanggung jawab apabila ada insiden premanisme yang terjadi di lapangan saat Unras.

Berselang beberapa saat foto teman kami yang di ambil oleh salah satu oknum kepolisian tersebar di lingkungan PT. VDNI melalui WhatsApp sehingga ia kerap mendapat intervensi dan intimidasi dari orang-orang yang tidak di kenal agar tidak melakukan Aksi Unras Di VDNI,” Tutupnya. (A)

Laporan: Sultan
Editor: M. Sahrul

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *