Konawe Utara, Rakyatpostonline.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan menggelar pelatihan pemetaan wilayah pertanian berbasis data spasial serta budidaya ayam ulu terintegrasi lahan pekarangan tahun 2026.
Kegiatan tersebut resmi dibuka di Hotel Zahra Kendari, Kamis (16/4/2026), dan akan berlangsung selama empat hari dengan melibatkan puluhan peserta dari berbagai wilayah di Konawe Utara.
Sekretaris Daerah (Sekda) Konawe Utara, Dr. Safruddin, S.Pd., M.Pd., dalam sambutannya menegaskan bahwa sektor pertanian dan peternakan merupakan sektor strategis yang memiliki peran vital dalam perekonomian daerah maupun nasional.
“Pertanian adalah sektor yang sangat penting, tidak hanya sebagai penopang ekonomi daerah, tetapi juga dalam menjaga stabilitas pangan di Konawe Utara,” ujarnya.
Ia menjelaskan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2024, sektor pertanian menjadi penyumbang terbesar Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Konawe Utara dengan kontribusi mencapai 39,70 persen.

Dengan luas lahan pertanian yang mencapai sekitar 286.161 hektare, Konawe Utara dinilai memiliki potensi besar untuk mewujudkan swasembada pangan di masa mendatang.
Namun demikian, Safruddin mengakui bahwa sektor ini juga dihadapkan pada berbagai tantangan, seperti perubahan iklim, alih fungsi lahan, serta dinamika kebutuhan pangan yang terus meningkat.
“Karena itu, kita dituntut untuk mampu beradaptasi. Pengelolaan pertanian dan peternakan harus berbasis data, termasuk melalui pemetaan strategis untuk meningkatkan produktivitas,” jelasnya.
Ia juga menambahkan bahwa penguatan sektor pertanian dan peternakan sejalan dengan program pemerintah, termasuk upaya mendukung ketahanan pangan, program Makan Bergizi Gratis (MBG), serta pencegahan stunting.
Dalam kesempatan tersebut, Safruddin juga menyoroti potensi pengembangan ayam ulu sebagai salah satu komoditas unggulan di sektor peternakan.
“Ayam ulu ini memiliki keunggulan karena adaptif terhadap iklim tropis, tahan terhadap kondisi lingkungan, serta memiliki pertumbuhan yang relatif cepat. Ini sangat cocok dikembangkan oleh masyarakat,” katanya.

Pemerintah daerah, lanjutnya, mendorong pemanfaatan lahan pekarangan sebagai alternatif pengembangan usaha peternakan yang efisien dan berkelanjutan.
Melalui pelatihan ini, diharapkan kapasitas sumber daya manusia (SDM) di bidang pertanian dan peternakan semakin meningkat, sejalan dengan visi pembangunan daerah.
“Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya mewujudkan Konawe Utara sebagai rumah bersama yang semakin maju dan sejahtera, selaras dengan arah pembangunan nasional dalam Asta Cita Presiden Prabowo Subianto,” tambahnya.
Ia juga mengingatkan seluruh peserta untuk mengikuti kegiatan dengan serius agar ilmu yang diperoleh dapat diterapkan di lapangan.
“Saya berharap peserta dapat mengikuti pelatihan ini dengan sungguh-sungguh, sehingga hasilnya bisa langsung dirasakan oleh masyarakat,” pungkasnya.
Sementara itu, Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Konawe Utara, Ir. Sadeli, menyampaikan bahwa kegiatan ini diikuti sebanyak 90 peserta.

Menurutnya, pelatihan ini sangat penting karena dalam perencanaan pembangunan pertanian saat ini, tidak cukup hanya menyajikan data, tetapi juga harus dilengkapi dengan peta atau polygon berbasis spasial.
“Semua usulan harus berbasis data spasial. Ini menjadi syarat penting agar program yang diajukan bisa selaras dengan kebijakan dan arahan dari kementerian,” jelasnya.
Ia juga menekankan pentingnya peran penyuluh dalam meramu dan menyampaikan usulan petani agar dapat diterima dan diakomodasi secara optimal.
Terkait budidaya ayam ulu, Sadeli menjelaskan bahwa jenis ayam ini merupakan hasil persilangan dari Jerman dan Prancis yang memiliki daya tahan tinggi dan mudah dikembangkan.
“Sasaran kita adalah petani dan peternak agar dapat memanfaatkan lahan pekarangan. Beternak ayam ulu tidak membutuhkan lahan luas.
Laporan : Syaifuddin
