Warga BTN Zavier Residence Minta Pemerintah Perbaiki Jalan Rusak Tunggala Dalam

"Sudah bertahun-tahun rusaknya. Sampai sekarang tidak ada perbaikan."

Kondisi jalan umum di lokasi arah BTN Zavier Anugrah Residence di Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari nampak rusak dan berkubangan.

Kendari, Rakyatpostonline.com – Kesabaran warga BTN Zavier Anugrah Residence di Jalan Tunggala Dalam, Kelurahan Anawai, Kecamatan Wua-Wua, Kota Kendari, tampaknya sudah berada di batas akhir.

Jalan utama menuju kawasan perumahan yang rusak parah selama bertahun-tahun tak kunjung diperbaiki, memicu kemarahan warga.

Salah seorang warga berinisial EIS mengungkapkan, kondisi jalan tersebut sudah rusak sejak lama dan hingga kini belum pernah mendapat penanganan serius. Bahkan, menurutnya, kerusakan jalan itu telah berlangsung sekitar enam tahun.

“Sudah bertahun-tahun rusaknya. Sampai sekarang tidak ada perbaikan yang benar-benar tuntas,” ujarnya, Selasa (31/3/2026).

Warga pun kini mempertanyakan siapa sebenarnya yang bertanggung jawab atas kondisi tersebut. Apakah masih menjadi kewajiban pihak pengembang, atau sudah beralih ke Pemerintah Kota Kendari.

EIS meminta Pemerintah Kota Kendari segera turun tangan dan memberikan teguran keras kepada pengembang agar segera memperbaiki jalan tersebut.

“Entah ini masih tanggung jawab developer atau sudah ke pemerintah. Yang jelas, kami hanya ingin jalan ini segera diperbaiki,” tegasnya.

Tak hanya dikeluhkan warga setempat, kondisi jalan yang berlubang dan becek itu juga disebut menjadi keluhan para tamu yang datang ke perumahan. Bahkan, sejumlah pengemudi transportasi online disebut enggan masuk ke kawasan BTN karena takut kendaraannya rusak.

“Bukan cuma kami. Tamu-tamu yang datang juga mengeluh. Driver Grab dan Maxim juga sering malas masuk kalau lihat kondisi jalannya,” ungkap EIS.

Menurut warga, jika hanya menunggu itikad baik dari pihak pengembang, maka jalan tersebut kemungkinan besar akan terus dibiarkan rusak. Sebab selama ini, setiap kali ada perbaikan, yang dilakukan hanya sebatas penimbunan sementara.

“Kalau diperbaiki developer, paling cuma ditimbun. Setelah hujan, rusak lagi, becek lagi,” katanya menyentil pengembang.

Kekecewaan yang terus menumpuk membuat warga mulai mengambil langkah sendiri.

EIS mengaku telah berkoordinasi dengan warga lainnya untuk melakukan penutupan permanen terhadap akses jalan tersebut sampai ada perhatian nyata dari pemerintah.

“Kami sudah capek melihat kondisi jalan seperti ini. Padahal kami tinggal di tengah kota, tapi jalannya seperti di pedalaman,” tutupnya.

Kini, warga menunggu langkah konkret dari Pemerintah Kota Kendari maupun pihak pengembang. Jika tidak ada tindakan dalam waktu dekat, ancaman penutupan jalan disebut bukan lagi sekadar wacana.***


Laporan: Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *