Kader GPII Ditangkap, Kantor Dirusak Oknum Polisi, GPII Sultra Serukan Copot Kapolri

Laporan : Julianto

0
305


Kendari, Rakyatpostonline.com – Kantor Dewan Pimpinan Pusat (DPP) Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) yang berlokasi di jalan Menteng Raya No 58 dirusaki oleh oknum Kepolisian, Selain merusak kantor PP GPII, aparat kepolisian juga Menangkap Kader Pelajar Islam Indonesia (PII) dan Kader Pemuda GPII di jakarta, Selasa, 13 oktober 2020.

Kejadian tersebut bermula adanya aksi demonstrasi yang terjadi disekitar Menteng raya yang berakhir ricuh. pada saat chaos Sekelompok demonstran mengamankan diri di kantor PP GPII. namun diluar dugaan, kantor PP GPII pun jadi targer tembakan Gas Air mata dan pengrusakan serta penangkapan sejumlah Kader PII dan GPII.

Kejadian pengrusakan kantor dan penangkapan kader kader PII dan GPII membuat seluruh kader Se-Indonesia Geram atas tindakn Refresif dan tidak bermoral yang ditunjukkan oleh institusi Kepolisian yang katanya sebagai Pengayom dan Pelindung masyarakat.

Faktanya tindakan Biadap tersebut diluar dari Protap dan Amanah Konstitusi yang wajib dilaksanakn oleh Kepolisian Republik Indonesia.

Muhammad Apriaddin, SH., Ketua Umum Gerakan Pemuda Islam Indonesia (GPII) Pimpinan Wilayah Sulawesi Tenggara.

Atas tindakan kepolisian tersebut GPII Sulawesi Tenggara, Muhammad Apriaddin mengecam atas tindakan aparat kepolisian yang telah merusak Markas Besar PP GPII dan menangkap sejumlah kader PII dan GPII yang mana Para kader sedang melaksanakan dan menyusun Agenda agenda Pengkaderan dan Kepemudaan ditubuh GPII itu sendiri.

“Baiknya Sikap brutal dan refresif itu tidak mesti terjadi, langkah proporsional dan persuasif yang mesti dikedepankan agar
perilaku tidak manusiawi itu bisa terhindarkan,” Cetus, Apriadin.

Sehingga PW GPII Sultra mengutuk Keras tindakan aparat kepolisian dan meminta pertanggung jawaban Kapolri atas Kerusakan Kantor PP GPII yang timbul akibat tragedi penyerangan Selasa 13 oktober 2020, dan Segera bebaskan Kader Kader PII dan GPII yang ditangkap dengan dalih penertiban dan pengamanann, Serta meminta Presiden Joko dodo mencopot Kapolri Idham Aziz dari jabatanya karena dinilai Gagal dalam menciptakan Kondusifitas berbangsa dan bernegara. (**)


 

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here