Prioritaskan Balai Desa, Pemdes Puuwanggudu Alokasikan Anggaran Pembangunan dari APBDes 2026

Pemdes Desa Puuwanggudu Genjot pembangunan Balai Serbaguna dan pemberdayaan Selasa (16/06/2026)

Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Pemerintah Desa Puuwanggudu, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, menetapkan pembangunan balai desa sebagai salah satu program prioritas dalam Anggaran Pendapatan dan Belanja Desa (APBDes) Tahun Anggaran 2026.

Berdasarkan infografis APBDes 2026 yang dipublikasikan Pemerintah Desa Puuwanggudu, total pendapatan desa tahun ini mencapai Rp661.017.299 yang bersumber dari Dana Desa (DDS) sebesar Rp261.766.000, Alokasi Dana Desa (ADD) Rp398.114.000, serta pendapatan lain-lain berupa bunga bank sebesar Rp1.137.299.

Kepala Desa Puuwanggudu, Jumran Amin, S.Sos, mengatakan pembangunan balai desa menjadi kebutuhan mendesak mengingat fasilitas tersebut akan digunakan sebagai pusat aktivitas pemerintahan maupun kegiatan sosial kemasyarakatan.

Menurutnya, keberadaan balai desa sangat penting karena selama ini masyarakat membutuhkan tempat yang representatif untuk pelaksanaan berbagai kegiatan. Pembangunan balai desa harus segera dilaksanakan karena tingkat kebutuhannya sangat tinggi, baik untuk kegiatan pemerintahan desa maupun kegiatan masyarakat.

“Balai desa nantinya bisa dimanfaatkan untuk rapat, musyawarah desa, kegiatan sosial kemasyarakatan, hingga masyarakat yang melaksanakan hajatan,” ujar Jumran Amin.

Ia menjelaskan, balai desa yang akan dibangun mengusung konsep Laika Teporombu Kambu, sebagai simbol kebersamaan dan ruang publik yang dapat dimanfaatkan seluruh warga.

Dalam struktur belanja APBDes 2026, Pemerintah Desa Puuwanggudu mengalokasikan anggaran sebesar Rp153.566.000 pada bidang pelaksanaan pembangunan desa. Anggaran tersebut mencakup sektor pendidikan sebesar Rp24 juta, kesehatan Rp40,56 juta, pekerjaan umum dan penataan ruang Rp88 juta, serta bidang perhubungan, komunikasi dan informatika Rp1 juta.

Selain pembangunan fisik, pemerintah desa juga tetap memberikan perhatian pada program sosial masyarakat. Sebanyak Rp72 juta dialokasikan untuk Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) yang masuk dalam bidang penanggulangan bencana, keadaan darurat, dan keadaan mendesak desa.

Sementara itu, bidang penyelenggaraan pemerintahan desa mendapatkan alokasi anggaran terbesar, yakni Rp413.951.299, yang digunakan untuk penghasilan tetap dan operasional pemerintah desa, administrasi kependudukan, kearsipan, hingga tata praja pemerintahan.

Jumran berharap seluruh program yang telah direncanakan dalam APBDes 2026 dapat berjalan sesuai target dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Kami berkomitmen agar seluruh anggaran desa digunakan secara transparan dan tepat sasaran untuk mendukung pelayanan pemerintahan serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat Desa Puuwanggudu,” pungkasnya.


Laporan : Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *