Dana Desa Fokus Pemberdayaan dan Infrastruktur, BUMDes Wunduhaka

Pemerintah Desa(Pemdes) Wunduhaka Sadam Hidayad Bersama aparat desa menyerahkan Bantuan Pemberdayaan terhambat masyarakat dan keterbukaan Baliho transparan pengunahan Dana ADD.DD Foto istimewa Saptu (11/6/2026)

Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Pemerintah Desa Wunduhaka, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara, terus mengoptimalkan pemanfaatan Dana Desa (DD) Tahun Anggaran 2026 untuk mendukung pembangunan infrastruktur, pemberdayaan masyarakat, hingga pengembangan usaha desa melalui Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

Kepala Desa Wunduhaka, Sadam Hidayad, S.Hut.,MM mengatakan bahwa penggunaan Dana Desa tahun ini difokuskan pada pembangunan yang menyentuh langsung kebutuhan masyarakat, baik di bidang fisik maupun pemberdayaan ekonomi.

Untuk program pembangunan fisik yang akan direalisasikan pada tahap kedua, pemerintah desa mengalokasikan anggaran untuk pembangunan balai serbaguna desa dan pemasangan lampu jalan guna meningkatkan pelayanan dan kenyamanan masyarakat.

Sementara pada tahap pertama, Dana Desa lebih banyak diarahkan pada program pemberdayaan masyarakat. Bantuan yang telah disalurkan antara lain mini sprayer sebanyak 3 unit, kawat duri 70 gulung, herbisida 70 botol, serta 2 unit mesin pemotong rumput untuk mendukung aktivitas pertanian warga.

Selain itu, Pemdes Wunduhaka juga menyalurkan Bantuan Langsung Tunai Dana Desa (BLT-DD) kepada 15 Keluarga Penerima Manfaat (KPM). Bantuan tersebut diberikan sebesar Rp200 ribu per bulan dan telah direalisasikan selama enam bulan.

Di bidang kesehatan, pemerintah desa turut menjalankan program penanganan stunting melalui pemberian makanan tambahan bagi balita dan kegiatan pendukung lainnya guna meningkatkan kualitas gizi anak-anak di desa.

Secara keseluruhan, total Dana Desa yang dikelola Pemerintah Desa Wunduhaka pada tahun anggaran 2026 mencapai Rp262.864.000.

Tak hanya mengandalkan program bantuan, Desa Wunduhaka juga mengembangkan sektor ekonomi melalui BUMDes yang bergerak di bidang peternakan ayam petelur. Usaha tersebut dikelola langsung oleh pengurus BUMDes dengan dukungan anggaran sebesar Rp185 juta, yang digunakan untuk pembangunan sarana kandang, pengadaan bibit ayam, serta pakan ternak.

Hasilnya mulai terlihat. Saat ini usaha peternakan ayam petelur tersebut mampu menghasilkan pendapatan dengan estimasi sekitar Rp5 juta per bulan.

Kepala Desa Wunduhaka berharap pengembangan BUMDes dapat terus meningkatkan pendapatan desa sekaligus membuka peluang ekonomi bagi masyarakat.

“BUMDes ini kami dorong menjadi salah satu sumber pendapatan desa yang berkelanjutan. Harapannya, manfaatnya bisa dirasakan langsung oleh masyarakat dan mendukung kemandirian ekonomi desa,” ujar Sadam Hidayad.

Melalui pengelolaan Dana Desa yang terarah, Pemerintah Desa Wunduhaka optimistis pembangunan infrastruktur, peningkatan kesejahteraan masyarakat, serta penguatan ekonomi desa dapat terus berjalan seiring dengan visi pembangunan desa yang maju dan mandiri.


Laporan : Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *