Kendari, Rakyatpostonline.com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) melalui Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan, terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia di sektor pertanian. Salah satunya melalui pelatihan pemetaan wilayah pertanian berbasis data spasial yang digelar di Hotel Zahra Syariah, Kota Kendari, mulai Kamis (16/4/2026).
Kegiatan ini diikuti sebanyak 40 peserta yang terdiri dari 38 penyuluh pertanian dari 12 kecamatan di Konawe Utara, serta dua orang staf dinas yang menangani program bantuan untuk petani.
Pelatihan ini menghadirkan pemateri dari kalangan akademisi, yakni dosen Universitas Halu Oleo Kendari, serta narasumber utama Musharjo Mohamad, S.Pt., S.Si., MM, yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian (PSP).
Kepala Dinas Tanaman Pangan dan Peternakan Konawe Utara, Ir. H. Sadeli, M.Si, dalam keterangannya, menjelaskan bahwa kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan teknis para penyuluh dalam melakukan pemetaan wilayah kerja penyuluh (WKP) berbasis data spasial.
“Melalui pelatihan ini, kami ingin memberikan pemahaman sekaligus keterampilan kepada para penyuluh agar mampu melakukan pemetaan wilayah kerja secara akurat. Ini penting sebagai dasar dalam menyusun perencanaan pembangunan pertanian yang berkelanjutan,” ujarnya.
Ia menambahkan, pengelolaan data pertanian saat ini tidak lagi cukup hanya berbasis angka atau data administratif, tetapi harus didukung dengan data spasial dalam bentuk peta atau polygon yang lebih detail dan terukur.
“Ke depan, setiap usulan bantuan pertanian harus berbasis data lahan parsial dalam bentuk polygon. Ini menjadi syarat penting agar program bantuan tepat sasaran dan sesuai kebutuhan riil di lapangan,” jelasnya.
Selain itu, pelatihan ini juga diharapkan dapat menghasilkan master plan pembangunan pertanian berkelanjutan di Konawe Utara, yang menjadi acuan dalam pengambilan kebijakan sektor pertanian ke depan.
Para peserta diberikan materi terkait teknik pemetaan, pengolahan data spasial, hingga praktik langsung penyusunan peta wilayah kerja penyuluh. Dengan demikian, penyuluh tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu mengimplementasikannya di lapangan.
Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam memperkuat peran penyuluh sebagai ujung tombak pembangunan pertanian, sekaligus mendukung program ketahanan pangan daerah berbasis data yang akurat dan terintegrasi.
Diharapkan, melalui pelatihan ini, kualitas pelayanan penyuluhan kepada petani semakin meningkat, serta mampu mendorong produktivitas dan kesejahteraan petani di Kabupaten Konut.
Laporan : Syaifuddin
