Konawe Utara, Rakyatpostonline.com — Wakil Bupati (Wabup) Konawe Utara (Konut), H. Abuhaera, S.Sos., M.Si, membuka kegiatan sosialisasi bidang pembangunan desa dan kawasan perdesaan Tahun 2026. Kegiatan tersebut berlangsung di Desa Tapuwatu, Kecamatan Asera, Rabu (15/2/2026).
Sosialisasi ini menjadi bagian penting dalam upaya pemerintah daerah memperkuat arah kebijakan pembangunan desa yang lebih terarah, terukur, dan berdampak langsung bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Abuhaera menegaskan bahwa pembangunan desa merupakan prioritas strategis Pemerintah Kabupaten Konawe Utara dalam mendorong peningkatan kesejahteraan masyarakat, khususnya di wilayah pedesaan.
“Desa adalah ujung tombak pembangunan. Oleh karena itu, diperlukan sinergi yang kuat antara pemerintah desa, kecamatan, hingga kabupaten agar setiap program yang dijalankan benar-benar efektif dan tepat sasaran,” ujar Abuhaera.
Ia juga menekankan pentingnya pemahaman yang menyeluruh terhadap arah kebijakan pembangunan desa tahun 2026, sehingga seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan perannya secara optimal.
“Melalui kegiatan ini, kami berharap seluruh peserta mampu memahami secara komprehensif program dan kebijakan pembangunan desa ke depan, sehingga implementasinya dapat berjalan maksimal,” tambahnya.
Kegiatan sosialisasi ini turut dihadiri oleh Sekretaris Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Provinsi Sulawesi Tenggara, Suharmin Arfad, S.Pd., M.Si., serta jajaran Asisten Sekretariat Daerah Kabupaten Konawe Utara, di antaranya Ram Asyur Supu, S.H., dan H. Hasran Abubakar, S.Pd., M.Si.
Selain itu, hadir pula sejumlah pimpinan Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Camat Asera Hasanuddin, S.Si., serta para tokoh masyarakat setempat yang turut memberikan dukungan terhadap pelaksanaan pembangunan desa yang berkelanjutan.
Melalui sosialisasi ini, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara berharap terbangun kesamaan persepsi dan langkah antar seluruh pemangku kepentingan, sehingga pembangunan desa dan kawasan perdesaan dapat berjalan lebih efektif, inklusif, serta mampu mendorong pertumbuhan ekonomi lokal secara berkelanjutan.
Laporan : Syaifuddin
