Ketua DPRD Kerinci Bantah Menuding Kajari dan Kapolres Terima Fee Proyek

Ketua DPRD Kerinci, Edminuddin.

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Teks Berita“]
Kerinci, Rakyatpostonline.com – Ketua DPRD Kabupaten Kerinci, Edminuddin membantah tudingan terhadap Kepala Kejaksaan Negeri (Kajari) dan Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Kerinci oleh dirinya, sebagaimana dalam berita salah satu media online, pada 12 Oktober 2021 lalu.

Dijelaskannya melalui telepon seluler, berita tersebut berjudul “Ketua DPRD Kerinci Tuding 2 Nama Baik Institusi Kajari dan Kapolres Kerinci, dugaan Fee Proyek 5% dari 500 Milyar“. Hal ini tentu tidak benar.

“Saya sangat kaget apa yang disampaikan dalam pemberitaan di salah satu media online, menyebutkan nama saya menuding institusi Kajari dan Kapolres dalam menerima fee proyek di wilayah kabupaten kerinci,” ucapnya.

Meski demikian, Edminuddin mengakui, salah satu wartawan media online, pernah bersilaturahmi ke kediamannya. Kegiatan itu pun dianggapnya sangat penting, apalagi melihat posisi dirinya sebagai pejabat publik.

“Hanya sebatas silaturahmi biasa, bukan konfirmasi apalagi terkait tentang fee proyek yang saya tidak tahu. Silaturahmi tersebut diawali dengan ngobrol biasa, saya sendiri tidak mengerti kalau silaturahmi tersebut dimanfaatkan oleh wartawan tersebut untuk kepentingan lain,” jelasnya.

Edminudin menjelaskan, wartawan bersangkutan sudah melakukan perekaman secara diam-diam, tanpa disetujui olehnya. Berita tersebut lalu menimbulkan polemik yang sangat tidak layak menjadi konsumsi masyarakat Kerinci.

Lebih jauh Edminuddin mengakui, sebelum berita terbit, wartawan bersangkutan telah dua kali mengirim rilis berita dengan judul berbeda, namun hak jawab sudah diberikan, tapi tidak dituliskan dalam sebuah pemberitaan.

Dijelaskannya, Edminuddin dari Fraksi Gerindra, sudah berupaya untuk mengklarifikasi ke pihak media online yang memberitakan tuding fee tersebut, namun tidak ada tanggapan dari yang bersangkutan.

Oleh sebab itu, ia memberikan sanggahannya kepada media ini demi kepentingan publik, agar tidak ada berita yang bersifat provokasi atau opini dalam memberikan informasi publik.

“Saya juga mengharapkan kepada pengguna medsos agar dapat menggunakan media sosial untuk bersilatutahmi dengan baik dan mendidik,” ungkap Edminudin.

Sementara itu, FK selaku Koorwil Provinsi Jambi di salah satu media online, membenarkan terkait pemberitaan yang melibatkan ketua DPRD edminudin dan menyeret institusi Polres kerinci dan Kejari.

“Benar adanya dan saya sudah konfirmasi langsung kepada yang bersangkutan. Untuk memberikan hak jawab saya sudah mis komunikasi dengan yang bersangkutan edminudin,” ungkapnya. (**)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copy Paste. Hargai Karya Orang Lain Boss!