https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Marak Bandar Judi Togel Sahat Nainggolan, Polres Simalungun “Tutup Mata”


Simalungun, Rakyatpostonline.com | Bandar judi Toto Gelap (Togel), Sahat Nainggolan (SN), masih saja eksis menjalankan bisnis haramnya yang terletak di Kabupaten Simalungun. Namun anehnya, SN berdomisili di Tomoan Kota Pematangsiantar, yang merupakan bandar besar togel, hingga sekarang belum juga ada respon serius dari pihak Kepolisian Resort (Polres) Simalungun. Padahal, dari permainan judi tersebut, SN disebut – sebut meraup keuntungan hingga ratusan juta rupiah setiap harinya.

Disampaikan ‘TS’ warga Tomuan Siantar Timur, Pematang Siantar kepada awak media ini, bahwa ‘SN’ pemilik judi togel terkesan kebal hukum, dan kini diduga dipelihara untuk memuluskan bisnis haramnya.

“Sudah sangat lama, 10 tahun lebih menjalankan bisnis haramnya. Dalam satu hari, dia (SN) itu bisa mendapatkan uang dari togel sebesar Rp 200 juta per hari. Tapi, ya itulah, sampai sekarang dia belum ditangkap juga,” Papar TS, Sabtu, (1/8/2020).

Praktek Judi togel di wilayah tersebut sudah meresahkan masyarakat, namun sampai saat ini diduga tidak ada tindakan serius dari pihak penegak hukum setempat. Warga meminta penegak hukum di wilayah tersebut harus serius memberantas dan menutup judi togel.

“Atas dasar keluhan masyarakat meminta kepada pihak penegak hukum dalam hal ini polres simalungun harus serius untuk mengambil tindakan tegas terhadap pelaku togel di Kabupaten Simalungun dan segera menutup kegiatan togel itu,” Harap TS.

Seolah menjadi spekulasi di masyarakat terkait maraknya praktek perjudian di Kabupaten Simalungun, tampaknya hanya slogan saja alias isapan jempol belaka. Hampir disetiap wilayah hukum Simalungun peredaran judi sudah tidak lagi tertutup, bahkan sampai kepelosok desa pun kegiatan haram ini beredar.

Instruksi Kapolda Sumatera Utara, Irjen Pol. Martuani Sormin mengatakan siap berantas judi togel, tetapi APH di wilayah hukum Polres Simalungun tidak menjalankan instruksi tersebut.

Dikonfirmasi Kapolres Simalungun, AKBP Agus Waluyo melalui Kasat Reskrim, AKP Jerico melalui pesan WhatsApp, namun hingga sampai saat ini tidak ada jawaban. (*TIM)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *