https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Gempur: Kunjungan Warga di Rujab Bupati Konut Wujud Silaturahmi

Hendro Nilopo.


Konawe Utara, Rakyatpostonline.com | Kunjungan warga di rumah jabatan Bupati Konawe Utara yang dipolemikan salah satu lembaga di Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) ditanggapi secara positif Ketua Gerakan Muda Pendukung Ruksamin (Gempur) Hendro Nilopo.

Kunjungan warga ke rumah jabatan Bupati Konut, Hendro Nilopo mengatakan, sah saja, setiap tanggal 10 Dzulhijjal umat Islam di seluruh dunia merayakan Idul Adha. Perayaan itu dilakukan dengan cara melaksanakan sholat ied dan menyembelih hewan qurban serta bersilaturahmi kepada siapa saja.

“Kunjungan warga dan komunitas di rumah jabatan bupati adalah bentuk silaturahmi dari generasi milenial. Itu sah-sah saja secara obyektif,” kata Hendro Nilopo.

Lebih lanjut, Hendro menyesalkan di ajang silaturahmi itu dipolitisasi oleh oknum oposisi, agar terlihat luar biasa di mata publik.

“Karena yang persoalkan adalah kubuh oposisi maka tentunya akan terlihat subyektif kemudian digiring lah agar terdengar wah,” ujarnya.

Hendro menjelaskan sebagai pejabat publik, Bupati Konawe Utara, H. Ruksamin tak ada alasan untuk menolak siapapun yang datang untuk menemuinya. Apalagi untuk bersilaturahmi.

“Siapa saja berhak untuk bertemu dengan bupati. Apalagi tujuannya adalah silaturahmi di momen Idul adha. Sekalipun kubuh oposisi yang datang dengan menggunakan kostum khusus pasti akan disambut baik oleh Bupati Konut,” Terangnya.

Bila dikaitkan dengan tahapan kegiatan Pilkada 2020. H. Ruksamin, masih berstatus sebagai bakal calon bupati belum sebagai calon resmi. Apalagi belum memasuki tahapan kampanye, maka sangat disayangkan bila kejadian tersebut digiring keranah politik.

“Tahapan kampanye juga belum, terus mau dikait-kaitkan dengan kegiatan politik, aneh juga?” Papar Hendro.

Ia berharap momentum Pilkada serentak pada 19 Desember 2020 nantinya dapat terselenggara dengan baik, tanpa isu-isu yang dapat merusak marwah demokrasi. (*)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *