Dua Kepala Sekolah di Konut Tepis Tuduhan Pihaknya Malas Berkantor

SDN 8 Asemi Nunulai, Adhan Rasak (Kiri) dan SMPN 8 Asemi Nunulai, Safiun. (M.Sahrul/Rakyatpostonline.com)


Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Sebelumnya telah diberitakan isu kurangnya kedisplinan di dua kepemimpinan kepala sekolah yakni SDN 8 Asemi Nunulai dibawa kepemimpinan, Adhan Rasak, S.Pd dan Kepala Sekolah SMPN 8 Asemi Nunulai, Safiun, S.Pd. Sehingga mengancam dan mencoreng rutinitas kinerja Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Konawe Utara.

Kepala Sekolah SDN 8 Asera, Adhan Rasak, S.Pd dan Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Asera,Safiun, S.Pd, angkat bicara terkait keberadaan kedisiplinan yang dicap dua kali dalam sebulan melakukan proses belajar dan mengajar di Sekolah tersebut, yang berlokasi di Desa Asemi Nunulai, Kecamatan Asera, Kabupaten Konawe Utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra).

Sekolah yang diketahui berada di pinggiran kota itu menjadi objek penggenjotan kualitas pendidikan pemerintah kabupaten konawe utara Ruksamin-Raup. Dimana kepemimpinan program Konasara menjadikan salah satu modal utama menekan indeks Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat konut melalui dunia pendidikan.
Sementara itu Kepsek SDN 8 Asemi Nunulai, Adhan Rasak, saat diklarifikasi kebenaran informasi yang berhembus di media bahwa pihaknya malas berkantor, ia membantah tuduhan itu.

Dia mengaku, telah menjalankan tugas sebagai Kepala Sekolah dengan baik selama ini. Bersama dewan guru dan anak didik.
“Terkait adanya sorotan kami, di dua kepemimpinan kepala sekolah, seharusnya ada klarifikasi berimbang dan hak jawab dari pihak kepala sekolah. jarang masuk kantor itu relatif. Yang saya ketahui, selama jam kerja saya selalu masuk kantor. Soal proses pembelajaran saya selalu tegaskan kepada dewan guru untuk selalu meningkatkan kapasitas dunia pendidikan terhadap anak didik kami,” tegas Adhan Rasak.

Lanjut Adhan Rasak, Dia pernah bertemu awak media yang mempublis terkait kepemimpinannya. Seperti yang ditudingkan dan pihaknya dicap hanya dua kali sebulan berkantor di sekolah.

“Keterlaluan pak, saya digaji oleh Negara, dan mendapatkan Gudacil dan lainnya sebagainya, kalau saya toh’ jarang masuk kantor bersama dewan guru, terlebih hanya dua kali dalam sebulan, itu fitnah dan kebenarannya dipertanyakan. Kami mendidik kepada anak murid demi memberikan contoh beserta dewan guru untuk mencerdaskan anak bangsa,” Keluhnya kepada awak media ini.

Adhan Rasak, memperjelas isu tersebut, pihaknya menceritakan bersama dewan guru kepada media Rakyat Post, Walaupun ada tugas luar yang ada hubungannya dengan urusan sekolah. Ia keluar untuk menyelesaikan urusan seperti bemberkasan dokumen di Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut. “Saya tinggalkan sekolah kalau ada urusan yang bersifat urgen. Seperti melengkapi pemberkasan di Dinas. Selebihnya saya kembali di sekolah dengan menaiki rakit penyeberangan untuk kembali beraktifitas,” Tegasnya.

Ditempat yang sama, Kepala Sekolah SMP Negeri 8 Asemi Nunulai, Safiun, S.Pd, mengaku dengan hal serupa, dirinya bersama dewan guru menepis tuduhan itu, terkait absen dari proses pembelajaran, terlebih hanya dua kali sebulan melaksanakan proses pembelajaran.

“Tidak Rasional kalau kami hanya masuk dua kali sebulan ke sekolah berkantor bersama anak murid, berarti selebihnya tidak ada aktifitas atau libur di sekolah. Sebab kami diberikan amanah dan hak serta kewajiban kepada Negara. Berdosalah kami kalau hal itu benar, dan sudah keterlaluan, kami di sumpah dengan janji integritas oleh Negara,” Tegas Safiun.

Wasito Indrasto, Orang Tua Murid. (M.Sahrul/Rakyatpostonline.com)

Media Rakyat Post memastikan kebenaran hal tersebut, dengan menemui salah seorang tua murid, Wasito Indrasto mengatakan bahwa aktifitas disekolah berjalan baik seperti sekolah lainnya. Kaur Pemerintahan tersebut memperjelas bahwa sekolah yang ada di Aseme Nunulai adalah wilayah genjotan pemkab konut, sebab Indeks Sumber Daya Manusia (SDM) di desanya harus naik dari angka sebelumnya.

“Saya sebagai orang tua murid pak, dan selaku kaur pemerintahan desa asemi nunulai, melihat proses pendidikan disini berjalan baik seperti sekolah lainnya, dan tidak benar bahwa di SDN 8 Asemi Nunulai dan SMP Negeri 8 Asemi Nunulai, hanya melakukan proses pembelajaran dua kali sebulan, karena anak saya juga bersekolah di SMP N 8 Asemi Nunulai.” Tutup Wasito Indrasto.

Diketahui, akses jalan menuju SDN 8 Asemi Nunulai dan SMPN 8 Asemi Nunulai, menepuh 23 Kilo Meter dari kelurahan Asera, Kecamatan sera, untuk mendapatkan sekolah tersebut dengan menyeberangi sungai menggunakan pincara. Sekolah ini terletak di daerah terpencil dari ujung pinggiran bibir ibu kota konawe utara. (A)

(Rakyatpostonline.com/Syaifuddin/M. Sahrul)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.