https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Pemkab Konut Laksanakan Pembersihan Lokasi Pembangunan Huntara

Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Djasmiddin (kiri, kaos orange) dan Sukarno, Kepala Kendaraan Dinas Pekerjaan Umum Konut (kanan) saat meninjau lokasi pekerjaan persiapan pembangunan Huntara Konawe Utara. (Din/Rakyatpostonline.com)

Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Pemulihan pascabanjir Kabupaten Konawe Utara terus dilakukan. Warga yang terdampak banjir akan dibangunkan hunian sementara (Huntara). Saat ini Pemerintah Daerah (Pemda) kabupaten Konawe Utara (Konut) telah melaksanakan pembersihan lokasi buat ratusan unit hunian sementara (Huntara) bagi para korban banjir bandang beberapa waktu lalu.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara, Rahmatullah melalui Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik, Djasmiddin mengatakan saat ini pihaknya telah melaksanakan pendataan administrasi dari usulan yang akan dilaksanakan pembangunan Huntara.

Alat Berat Saat Menebang dan Membersihkan Serpihan Pohon. (Din/rakyatpostonline.com)

“Kami Telah melaksanakan sistem administrasi usulan, bahkan lokasi untuk perumahan tersebut sudah siap, sebab lokasi tanah harus diketahui secara jelas kepemilikannya, jangan sampai tanah yang dicaplok untuk huntara tanah milik orang lain baik secara administrasi serta kontraknya dan akhirnya semua itu kami sudah selesaikan dari pihak pemerintah kabupaten konawe utara,” Tutur Djasmiddin

Pembangunan Huntara ini merupakan bagian dari masih tahap transisi darurat kepemulihan akibat banjir bandang kemarin.
Djasmiddin mengatakan material Huntara saat ini sudah berada diperjalan dari Makassar menuju ke konawe utara.

“Lebih 10 Mobil Materail Huntara sudah dalam perjalanan dari makassar lewat darat menuju konawe utara dan rata rata muatan lebih 17 Ton per mobilnya,” Tambahnya.

Lokasi Lahan Usai Diklering. (Rakyatpostonline.com)

Huntara yang akan dibangun pada tahap awal terdapat di Desa Puusuli dan Puuwonua, Desa Walaindu digabung dengan Tapuwatu. Desa Puuwangggudu digabung Wanggudu Raya dan Alawanggudu. Dan di Kecamatan Landawe, Desa Kuratau digabung dengan Landiowo dan Sabandete.
Dari target awal, terang dia, akan dibangun, 841 unit Huntara dan tersebar di 10 lokasi tempat berbeda.

Diketahui sebelumnya, Bupati Konut Ruksamin saat diwawancarai dari pihak rakyatpostonline.com mengatakan Huntara dibangun menggunakan rangka baja ringan, berlantai semen, dan menggunakan atap seng sehingga aman untuk ditinggal para korban banjir dalam waktu lama. Pihak Pemda juga telah mempersiapkan untuk pendirian rumah Hunian Tetap (Huntap).

“Dana yang akan digunakan untuk pembangunan Huntara ini sebesar Rp14 miliar. masa transisi dari tenda ke Huntara merupakan tantangan karena penyediaan air dilakukan untuk memenuhi kebutuhan warga,” Tutur Ruksamin.

warga juga meminta dibangunkan fasilitas penunjang, sebab relokasi ini berada di wilayah ketinggian. Hal ini untuk menghindari terulangnya bencana banjir, sebab hal ini untuk menghindari terulangnya bencana banjir ditempat tersebut.

Namun daerah relokasi tersebut jauh dari infrastruktur pendukung sosial dan ekonomis. Misalnya, pasar, sekolah serta rumah ibadah. Dan Pemkab Konut bersedia membangun fasilitas tersebut jika relokasi sudah dibangun. (*Red/Rakyatpostonline.com)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *