Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Asera, Shek Ahmad (Tengah Baju Putih) Bersama Siswa Siswi Penerima Bantuan Dari Kemendikbud RI. (Redaksi Rakyatpostonline.com)

Konut, rakyatpostonline.com – Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan RI menyalurkan bantuan kepada korban banjir di Kabupaten Konawe Utara (Konut), Sulawesi Tenggara. Bantuan diberikan berupa sejumlah perlengkapan sekolah yang disalurkan melalui LPMP Sultra.

Kepala Sekolah SMP N 1 Asera, Shek Ahmad menyerahkan secara langsung kepada penerima bantuan 33 murid. Tahap pertama penerima bantuan sebanyak 19 siswa dan tahap kedua 14 siswa dari jumlah penerima 34 siswa. Isi dari bantuan berupa pakaian, sepatu, tas, alat tulis, dan alat peraga belajar lainnya.

Pihaknya berharap, bantuan bisa meringankan beban orang tua siswa yang terdampak bencana. Pasalnya, banyak siswa kehilangan perlengkapan sekolah usai diterjang banjir beberapa bulan Lalu.

Shek Ahmad Memberikan Secara Langsung Kepada Siswi Penerima Bantuan, Berupa Tas dan Alat Peraga Sekolah. (Redaksi/Rakyatpostonline.com)

“Penerima bantuan seragam sekolah SMP 1 Asera ada 6 buah, 4 putri dan 2 putra. cuman ada yang mutasi, seperti nesa astrianingsi dan Muhammad ilham mutasi ke SMP 2 Oheo, dan yang tadinya beberapa siswa yang sudah masuk di SMA mereka dapat juga, seperti ditahap pertama dari jumlah 19 siswa gabungan dari status SMP ke SMA masih mendapatkan, dan adapula siswa dari SD baru masuk ke SMP 1 Asera ditahap dua mendapatkan bantuan disalurkan dari kementrian pendidikan dan kebudayaan,” Jelas Shek Ahmad kepada awak media Rakyat Post.

Penyerahan bantuan disalurkan oleh Kepala Seksi LPMP Sultra, Irwan Syafei kepada Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Konut, Lapeha di halaman Kantor Dikbud sekitar 475 paket.

Untuk saat ini proses belajar mengajar di sekolah SMP 1 Asera masih mempunyai kendala terkait kebersihan sekolah paska diterjang banjir, setelah dampak dari banjir kemarin sekolah ini masih kumuh.

Namun Demikian, sarana dan prasarana pembelajaran di SMP N 1 Asera rupanya masih mempunyai kendala cukup serius.

“Memohon kiranya dari pemerintah untuk bisa mengoptimalkan proses pembelajaran di sekolah kami dan dapat memberikan opsi. tindakan relokasi mungkin bisa mengoptimalkan dari proses pembelajaran, namun butuh proses dengan waktu yang tidak cepat, apabila dari pemerintah daerah bisa memberikan opsi, maka proses pembelajaran di sekolah akan lebih efektif di pagi hari,” Harap Shek Ahmad, Kepala Sekolah SMP Negeri 1 Asera.

Sampai hari ini murid SMP 1 Asera masih numpang di SDN 3 Asera dan Balai Desa, “Terima kasih kepada kepala sekolah SDN 3 Asera karena masih bisa memberikan kami tempat untuk melakukan proses belajar mengajar, walaupun sekarang ini kami melakukan sekolah siang masuk jam 11 Wita, sebab bangunan yang kami tempati sementara direhap,”Ungkapnya.

Selain itupula, terima kasih kepada kepala desa Walalindu, sebab evakuasi pertama kami diberikan numpang di balai desa untuk melaksanakan proses pembelajaran, lanjut Shek Ahmad namun terkendala dalam satu gedung dilaksanakan tiga rombongan belajar (Rombel) walaupun bagaimana pasti konsentrasi pasti terganggu dalam proses pembelajaran. dan yang terakhir, idealnya sekolah kami masih bisa ditempati apabila pemerintah menurunkan alat berat guna melakukan pembersihan. Pihak sekolah, guru dan murid serta unsur pemerintah desa sudah bersama sama gotong royong melakukan pembersihan, namun hasilnya tidak maksimal, sebab masih manual. (*Din/RED)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here