80 Pengurus Dikukuhkan, Muladis: Saatnya Generasi Muda Ambil Peran Bangun Konawe Utara

Ketua Karang Taruna Konawe Utara, Muladis, S.IP (kanan), Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, S.H., M.H (tengah), Ketua Majelis Pertimbangan Karang Taruna Konawe Utara, Herman Sewani, S.H (kanan) menyampaikan sambutan usai pelantikan, menegaskan komitmen membangun sinergi dan peran aktif pemuda daerah diselenggarakan di Hotel Oheo, Minggu (22/02/2026).

Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Ketua Karang Taruna Kabupaten Konawe Utara periode 2025–2030, Muladis, S.IP, menegaskan bahwa pelantikan dan pengukuhan kepengurusan bukan sekadar seremoni, melainkan awal tanggung jawab besar generasi muda untuk mengambil peran dalam pembangunan daerah.

Dalam sambutannya, Muladis menyampaikan bahwa kepengurusan yang baru dikukuhkan berjumlah 80 orang. Jumlah tersebut, menurutnya, mencerminkan kesiapan pemuda untuk bergerak bersama.

“Ini bukan soal jabatan atau posisi. Ini konsekuensi kita sebagai generasi muda dan generasi emas. Kalau bukan kita yang memimpin, siapa lagi? Kalau bukan hari ini, kapan lagi,” tegasnya di hadapan para undangan.

Prosesi pengambilan sumpah jabatan pengurus Karang Taruna dipimpin Bupati Konawe Utara, H. Ikbar di hadapan tamu undangan.

Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Konawe Utara atas dukungan penuh terhadap keberadaan dan penguatan organisasi kepemudaan tersebut.

Baca Juga :  Safari Dakwah Ramadhan Konawe Utara 2026: Ini Jadwal Wilayah dan Daftar Masjidnya

Ucapan terima kasih turut disampaikan kepada seluruh pengurus dan pihak yang telah berkontribusi dalam pelaksanaan pelantikan dan pengukuhan.

Muladis menekankan bahwa Karang Taruna adalah rumah bersama. Sebuah ruang kolektif untuk membangun daerah melalui motivasi dan inovasi pemuda-pemudi Konawe Utara.

Pengurus Karang Taruna Konawe Utara periode 2025–2030 resmi dilantik dan dikukuhkan bersama unsur pemerintah dan Forkopimda.

Pihaknya berharap momentum pelantikan ini membawa keberkahan dan menjadi titik awal kerja nyata yang berdampak langsung bagi masyarakat.

Sementara itu, Ketua DPRD Konawe Utara, Herman Sewani, dalam sambutannya mengingatkan bahwa menjadi pengurus Karang Taruna bukan tugas yang mudah.

“Karang Taruna bukan pekerjaan kecil. Ini pekerjaan besar. Tanggung jawab sosialnya luas dan menyentuh langsung masyarakat,” ujarnya.

Seluruh pengurus Karang Taruna mengikuti pembacaan ikrar sebagai bentuk komitmen menjalankan tugas organisasi.

Ia mendorong seluruh pengurus untuk serius menjalankan amanah, menjaga kekompakan, serta memastikan program kerja benar-benar menyentuh kebutuhan masyarakat di desa dan kelurahan.

Baca Juga :  Terlibat Korupsi dan Malas, 17 ASN Pemkab Konawe Utara Resmi Dipecat

Bupati Konawe Utara, H. Ikbar, menegaskan bahwa pelantikan ini adalah titik nol, sekaligus awal tanggung jawab sosial yang besar bagi seluruh pengurus.

“Daerah ini besar. Tantangannya juga besar. Tetapi kalau kita mampu berkolaborasi, pekerjaan berat pasti terasa ringan,” tegasnya.

Pasukan pengibar membawa bendera Merah Putih dan pataka Karang Taruna dalam rangkaian upacara pelantikan.

Bupati menyampaikan bahwa pada awal tahun 2026, pemerintah daerah akan mulai menjalankan program sesuai RPJMD dan visi-misi yang telah ditetapkan. Dalam konteks itu, peran pemuda sangat dibutuhkan.

Ia membuka ruang selebar-lebarnya bagi gagasan kreatif dan inovatif dari kalangan pemuda. Pemerintah daerah, katanya, tidak mungkin bekerja sendiri.

Baca Juga :  Aparat Polres Konut Jaga Turnamen Mini Soccer Tetap Aman Malam Hari

“Semangat gotong royong harus kita hidupkan. Karang Taruna harus hadir di tengah masyarakat, menjadi pelopor kegiatan sosial di desa dan kelurahan,” ujarnya.

Bupati juga mengingatkan agar organisasi ini dibangun secara inklusif, mampu menyatukan berbagai latar belakang, serta menjadi kekuatan sosial yang solid.

Di akhir rangkaian sambutan, ajakan yang sama digaungkan: membangun Konawe Utara sebagai rumah bersama.

Pelantikan telah dilaksanakan. Struktur telah terbentuk. Kini, publik menanti langkah konkret.

Generasi muda Konawe Utara ditantang untuk membuktikan bahwa mereka siap menjadi motor penggerak perubahan, bukan sekadar bagian dari struktur organisasi.**


Laporan: Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *