Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Bupati Konawe Utara (Konut), H. Ikbar, SH., MH, memimpin rapat koordinasi penanganan banjir bersama instansi terkait, BPBD, TNI-Polri, serta relawan guna mempercepat langkah tanggap darurat bencana banjir yang melanda sejumlah wilayah.
Rapat tersebut digelar sebagai bentuk respons cepat Pemerintah Kabupaten Konut dalam menghadapi dampak cuaca ekstrem yang menyebabkan beberapa wilayah terdampak banjir, khususnya di Desa Tambakua yang menjadi salah satu lokasi prioritas penanganan.
Dalam arahannya, Ikbar menegaskan pentingnya sinergi seluruh pihak dalam membantu masyarakat terdampak banjir, baik melalui penyaluran bantuan logistik, evakuasi warga, maupun penanganan infrastruktur yang mengalami kerusakan.
“Logistik secara keseluruhan sudah siap, bahkan sebagian sudah lebih dulu disalurkan kepada masyarakat terdampak. Kurang lebih 100 paket Atau 1 Ton bantuan berupa beras, sembako, dan kebutuhan pokok lainnya telah diberikan kepada warga di Desa Tambakua,” ujar Ikbar.
Ia menjelaskan, pemerintah daerah terus memantau perkembangan kondisi cuaca berdasarkan informasi dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG). Berdasarkan prakiraan BMKG, intensitas hujan diperkirakan masih akan meningkat pada periode 10 hingga 16 Mei 2026 dengan potensi hujan sedang hingga lebat yang dapat disertai petir dan angin kencang.
Karena itu, Bupati meminta seluruh instansi terkait untuk meningkatkan kesiapsiagaan dan langkah mitigasi bencana, terutama di wilayah yang rawan longsor, banjir, dan pohon tumbang.
“Kita harus bergerak cepat. Pemetaan titik-titik rawan bencana harus segera dilakukan agar penanganan di lapangan bisa lebih cepat, tepat, dan efektif,” tegasnya.
Berdasarkan data sementara yang dihimpun pemerintah daerah, banjir telah berdampak pada tiga kecamatan dan empat desa di wilayah Kabupaten Konut. Desa Tambakua II menjadi salah satu wilayah dengan dampak cukup besar akibat tingginya curah hujan dalam beberapa hari terakhir.
Data sementara mencatat sebanyak 97 rumah terdampak, 116 kepala keluarga terdampak, serta 578 jiwa merasakan langsung dampak banjir. Selain itu, dua unit jembatan dilaporkan terdampak, empat titik ruas jalan mengalami kerusakan, dua sarana pendidikan terdampak banjir, serta sekitar 10 hektare area persawahan ikut terendam.
Sebagai langkah penanganan lebih lanjut, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara juga telah menetapkan status tanggap darurat bencana hidrometeorologi melalui Surat Keputusan Bupati.
Selain menggelar rapat koordinasi, BPBD Konawe Utara bersama unsur TNI, Polri, Basarnas, serta instansi terkait lainnya juga terus melakukan peninjauan langsung di lokasi banjir. Posko bantuan dan pusat informasi turut didirikan guna mempermudah koordinasi penanganan dan distribusi bantuan kepada masyarakat.
Bupati berharap, seluruh elemen masyarakat tetap meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi cuaca ekstrem dalam beberapa hari ke depan. Ia juga mengajak masyarakat untuk terus menjaga koordinasi dan segera melaporkan apabila terdapat kondisi darurat di wilayah masing-masing.
“Kami berharap masyarakat tetap waspada dan tidak memaksakan diri melintasi lokasi yang rawan banjir demi keselamatan bersama,” pungkasnya.
Laporan : Syaifuddin
