Konawe Utara,Rakyatpostonline.Com – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe Utara (Konut) menghadirkan nuansa berbeda dalam perayaan malam pergantian tahun 2025 menuju 2026.
Masih dalam rangkaian Festival Konasara, panitia menggelar kegiatan religius berupa ceramah dan zikir akbar pada Rabu malam (31/12/2025).
Kegiatan tersebut dipimpin langsung oleh Ustadz Dennis Lim dan dihadiri jajaran Pemkab Konut, Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), serta ribuan warga yang memadati lokasi acara dengan penuh khidmat.
Dalam tausiyahnya, Ustadz Dennis Lim mengajak seluruh masyarakat untuk menjadikan momentum pergantian tahun sebagai waktu terbaik untuk melakukan muhasabah diri atau introspeksi.
Menurutnya, momen pergantian tahun bukan sekadar tentang pergantian angka, tetapi tentang bagaimana mengevaluasi diri.
“Sudah sejauh mana kita mendekat kepada Allah, sudah berapa banyak waktu yang kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, dan berapa banyak pula yang terbuang sia-sia,” ungkapnya.
Ia menekankan bahwa muhasabah merupakan langkah penting dalam memperbaiki kualitas hidup, baik secara spiritual maupun sosial.
“Kita sering sibuk menilai orang lain, tetapi lupa menilai diri sendiri. Padahal, orang yang beruntung adalah mereka yang mampu melihat kekurangan dirinya, lalu memperbaikinya. Jangan sampai kita masuk tahun baru dengan hati yang sama, kesalahan yang sama, tanpa ada perubahan yang lebih baik,” lanjutnya.
Ustadz Dennis juga mengingatkan bahwa waktu adalah amanah yang tidak akan pernah kembali. Setiap detik yang berlalu tidak akan bisa kita ulang. Maka, gunakan sisa waktu yang Allah berikan untuk memperbaiki diri, memperbanyak amal, dan memperkuat hubungan dengan sesama.
“Jadikan tahun yang baru ini sebagai awal untuk menjadi pribadi yang lebih baik,” pesannya.
Suasana semakin khidmat saat zikir akbar digelar, diikuti lantunan doa bersama yang dipanjatkan untuk keselamatan, keberkahan, serta kemajuan Kabupaten Konawe Utara.
Tak hanya itu, kemeriahan acara juga terasa dengan penampilan religi dari Haddad Alwi dan Sulis yang membawakan sejumlah lagu bernuansa islami, menambah suasana haru sekaligus penuh makna bagi masyarakat yang hadir.
Sementara itu, Sekretaris Panitia Festival Konasara, Riyas Aritman, menyampaikan bahwa konsep malam pergantian tahun dengan nuansa religius sengaja dipilih sebagai bentuk rasa syukur sekaligus penguatan nilai spiritual di tengah masyarakat.
“Kami ingin menghadirkan suasana yang berbeda, di mana masyarakat tidak hanya merayakan pergantian tahun dengan hiburan semata, tetapi juga dengan refleksi diri, doa, dan rasa syukur kepada Allah SWT. Ini adalah momentum untuk memperkuat nilai-nilai spiritual dan kebersamaan,” ujarnya.
Ia berharap kegiatan tersebut dapat memberikan dampak positif, tidak hanya sebagai ajang perayaan, tetapi juga sebagai pengingat bagi masyarakat untuk terus memperbaiki diri di tahun yang baru.
“Kami ingin Festival Konasara bukan hanya meriah, tetapi juga bermakna. Semoga apa yang kita lakukan malam ini menjadi awal yang baik untuk perjalanan Konawe Utara ke depan,” pungkasnya.
Dengan perpaduan antara zikir, ceramah, dan lantunan lagu religi, malam pergantian tahun di Konawe Utara berlangsung penuh khidmat, sekaligus meninggalkan kesan mendalam bagi seluruh masyarakat yang hadir.
Laporan : Syaifuddin
