https://rakyatpostonline.com/wp-content/uploads/2022/06/WhatsApp-Image-2022-06-23-at-16.55.06-3.jpeg

Demonstran Bakar Keranda Mayat dan Jebol Pagar Imigrasi Kendari


Kendari | Rakyatpostonline.com –
Gelombang Aksi demonstrasi menolak kedatangan 500 Tenaga Kerja Asing (TKA) China, terus berlanjut, hingga kini menuai kontroversi di tengah masyarakat Sulawesi Tenggara (Sultra).

Massa aksi mengatasnamakan Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bergerak, mendatangi Kantor Imigrasi Kelas I A TPI Kota Kendari. Tuntutan massa kali ini untuk yang kedua kalinya menagih janji Kepala imigrasi, Hajar Aswad membuka lembaran Visa Tenaga Kerja Asing (TKA) asal Tiongkok itu, Senin, (29/6/2020).

Selain menggelar orasi, massa aksi juga membakar ban bekas dan keranda mayat di depan pagar Kantor Imigrasi Kendari sebagai bentuk penyesalan dan kecaman hilangnya hati nurani pihak imigrasi. Sebelumnya, kedatangan massa aksi sudah terlebih dahulu pihak kepolisian menutup pagar kantor untuk tidak memasuki area halaman bendera Kantor Imigrasi Kendari.

Akibatnya, pelayanan di kantor tersebut juga sempat terhambat, dan masyarakat yang akan mengurus paspor terpaksa harus menunda terlebih dahulu.

Demonstran mendesak dan menuntut pernyataan Kepala Kantor Imigrasi Kendari untuk tetap pada komitmen sebelumnya, terkait pernyataan Kakanim, bahwa TKA PT VDNI dan PT OSS tidak diizinkan memasuki Bumi Anoa, jika masih status Pandemi Covid 19 belum usai.

Awal Rafiul, jenderal lapangan Aliansi Persatuan Pemuda Mahasiswa Sulawesi Tenggara Bergerak dalam orasinya menegaskan, kebijakan sepihak yang telah diberikan Imigrasi Kendari secara gamblang mengizinkan Tenaga Kerja Asing asal china masuk ke Sultra. Kepentingan ini sangat merugikan khalayak luas dan mengenyampingkan perberlakuan pandemi covid-19.

“Sulawesi Tenggara saat ini adalah provinsi terdampak pandemi covid 19,
Imigrasi Kendari tidak konsisten setelah adanya pernyataan yang telah dibuat sebelumnya, untuk tidak mendatangkan 500 TKA China,” Papar Awal Rafiul.

Aparat kepolisian yang tetap standby melakukan pengamanan di dalam pagar kantor imigrasi kendari terlibat saling dorong oleh demonstran. Namun, demonstran berhasil menjebol pagar kantor.

“Saya sampaikan kepada pihak kepolisian yang melakukan pengamanan aksi ini, untuk tidak berpihak kepada kedatangan TKA China,” Cetus Awal Rafiul.

Diketahui pada Selasa, 23 Juni 2020, 156 Tenaga Kerja Asing (TKA) China gelombang pertama milik PT. Virtue Dragon Nickel Industry (VDNI) dan PT. Obsidian Stainless Steel (OSS) berhasil masuk melalui Bandara Halu Oleo Kendari.**


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *