SMPN 1 Andowia Sambut Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini, Tekankan Pentingnya Pendidikan

Dinas pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak(PPPA)Bersama kepala sekolah SMPN 1 Andowia dan dari kantor urusan agama (KUA) Rabu8 April 2026

Konawe Utara, Rakyatpostonline.Com – SMP Negeri 1 Andowia menunjukkan komitmennya dalam mendukung perlindungan anak dengan menerima pelaksanaan sosialisasi pencegahan pernikahan dini yang digelar Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) Kabupaten Konawe Utara, Rabu (8/4/2026).

Kegiatan yang berlangsung di lingkungan sekolah tersebut diikuti seluruh siswa dengan penuh antusias. Pihak sekolah, mulai dari kepala sekolah hingga para guru, turut memberikan dukungan penuh agar kegiatan berjalan lancar.

Kepala SMP Negeri 1 Andowia, Shek Ahmad, S.Pd., mengatakan sekolah sangat mengapresiasi program sosialisasi tersebut karena dinilai memberikan pemahaman penting bagi para siswa tentang masa depan dan pentingnya pendidikan.

Menurutnya, sekolah memiliki tanggung jawab untuk membekali siswa tidak hanya dalam bidang akademik, tetapi juga dalam membangun karakter dan pola pikir yang sehat.

“Kegiatan sosialisasi ini sangat baik sekali karena memberikan pencerahan positif bagi anak-anak untuk menata hidup yang lebih baik dan memperoleh pendidikan yang layak,” ujar Shek Ahmad.

Ia menilai, materi mengenai dampak negatif pernikahan dini sangat penting disampaikan kepada siswa usia SMP agar mereka memiliki pemahaman yang benar sejak dini.

“Anak-anak perlu memahami bahwa pernikahan dini dapat berdampak pada masa depan mereka, baik dari sisi pendidikan, kesehatan, maupun kehidupan sosial,” katanya.

Dalam kegiatan tersebut, pihak sekolah memfasilitasi seluruh kebutuhan pelaksanaan sosialisasi, mulai dari penyediaan ruangan hingga mengikutsertakan seluruh siswa agar dapat menerima materi secara langsung.

Suasana kegiatan berlangsung interaktif. Para siswa terlihat antusias mengikuti pemaparan materi, bahkan aktif mengajukan pertanyaan saat sesi diskusi.

Shek Ahmad menyebut antusiasme para siswa menjadi bukti bahwa kegiatan semacam ini sangat dibutuhkan di lingkungan sekolah.

“Kami senang melihat anak-anak begitu bersemangat. Ini menunjukkan mereka ingin tahu dan ingin memahami bagaimana merencanakan masa depan yang lebih baik,” ujarnya.

Sementara itu, Dinas PPPA Konawe Utara menjadikan SMPN 1 Andowia sebagai sekolah pertama dalam pelaksanaan program sosialisasi pencegahan pernikahan dini di tingkat SMP.

Kegiatan tersebut menghadirkan narasumber dari Dinas PPPA dan Kantor Urusan Agama (KUA) setempat. Materi yang disampaikan berisi pemahaman tentang dampak pernikahan dini, mulai dari tingginya angka perceraian, risiko kesehatan ibu dan anak, hingga terganggunya pendidikan pelajar.

Pihak sekolah berharap kegiatan serupa dapat terus dilakukan secara berkala agar para siswa semakin memahami pentingnya melanjutkan pendidikan dan tidak terburu-buru mengambil keputusan yang dapat memengaruhi masa depan mereka.

“Kami berharap tidak ada anak-anak kami yang putus sekolah karena pernikahan dini. Mereka harus tetap fokus belajar dan mengejar cita-cita,” tegas Shek Ahmad.

Melalui kegiatan itu, SMP Negeri 1 Andowia ingin menegaskan bahwa sekolah bukan hanya tempat belajar, tetapi juga ruang pembinaan bagi siswa agar tumbuh menjadi generasi yang cerdas, sehat, dan siap menghadapi masa depan.


Laporan : Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *