Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Bupati Konawe Utara, Ikbar, menegaskan komitmennya dalam mengarahkan pembangunan daerah yang tidak hanya berorientasi pada fisik dan infrastruktur, tetapi juga menitikberatkan pada penguatan nilai-nilai spiritual dan pembentukan karakter masyarakat.
Hal ini disampaikannya menjelang pelaksanaan Tabligh Akbar yang akan digelar pada 4 April 2026 di Masjid Raya As-Salam, yang menghadirkan penceramah kondang nasional sebagai bagian dari upaya memperkuat keimanan dan kebersamaan masyarakat.
Menurut Ikbar, pembangunan yang ideal harus berjalan seimbang antara aspek material dan spiritual. Ia menilai, kemajuan daerah tidak cukup hanya diukur dari pembangunan infrastruktur, tetapi juga dari kualitas iman, akhlak, serta pola pikir masyarakatnya.
“Ini adalah komitmen kami. Peradaban yang dibangun bukan hanya soal fisik dan infrastruktur, tetapi juga kualitas iman dan akhlak,” tegasnya.
Ia menjelaskan, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara terus menempatkan pembangunan sumber daya manusia sebagai prioritas utama, dengan mendorong lahirnya masyarakat yang cerdas, berintegritas, dan memiliki kepedulian sosial yang tinggi.
Lebih lanjut, Ikbar mengingatkan bahwa tanpa fondasi spiritual yang kuat, pembangunan berisiko kehilangan arah dan tidak memberikan dampak jangka panjang bagi kesejahteraan masyarakat.
Karena itu, momentum kegiatan keagamaan seperti Tabligh Akbar diharapkan menjadi ruang untuk memperkuat nilai kebersamaan, menjaga harmoni sosial, serta membangun kesadaran kolektif akan pentingnya keseimbangan antara pembangunan fisik dan pembinaan mental spiritual.
Dalam kerangka besar pembangunan daerah, konsep “Membangun Peradaban dalam Bingkai Konasara” terus digaungkan sebagai landasan utama.
Konsep ini menegaskan bahwa kemajuan Konawe Utara harus tetap berpijak pada nilai budaya, kearifan lokal, dan semangat persatuan.
Dengan komitmen tersebut, Pemerintah Kabupaten Konawe Utara optimistis dapat mewujudkan daerah yang tidak hanya maju secara pembangunan, tetapi juga kuat dalam nilai keagamaan, budaya, dan karakter masyarakatnya.**
Laporan: Syaifuddin























