225 Unit Terdampak Puting Beliung 2026, Pemkab Konut Percepat Pemulihan

Konawe Utara, Rakyatpostonline.com Pemerintah Kabupaten Konawe Utara melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) merilis hasil verifikasi aktual aset terdampak bencana angin puting beliung tahun 2026.

Data tersebut dipaparkan dalam Rapat Teknis III sebagai dasar penanganan lanjutan dan perencanaan kebutuhan anggaran.

Kepala BPBD Konawe Utara, Galib, S.IP., M.AP., menjelaskan bahwa hasil verifikasi mencatat 225 unit aset mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat yang tersebar di tujuh kecamatan.

Dari total tersebut, sebanyak 74 unit telah tertangani secara mandiri, sementara 151 unit lainnya masih belum tertangani dan membutuhkan dukungan penanganan lanjutan.

Sebaran Wilayah Terdampak

Adapun rincian sebaran unit terdampak sebagai berikut:

  • Kecamatan Sawa: 65 unit
  • Kecamatan Lasolo: 105 unit
  • Kecamatan Wawolesea: 30 unit
  • Kecamatan Lembo: 15 unit
  • Kecamatan Wiwirano: 7 unit
  • Kecamatan Molawe: 2 unit
  • Kecamatan Laskep: 1 unit
Baca Juga :  Bupati Konut Hadiri Pelantikan DPD LASQI Periode 2025–2030

Kecamatan Lasolo tercatat sebagai wilayah dengan jumlah terdampak terbanyak, disusul Kecamatan Sawa dan Wawolesea.

Dari sisi tingkat kerusakan, komposisinya terdiri atas:

  • 182 unit rusak ringan
  • 38 unit rusak sedang
  • 5 unit rusak berat

Mayoritas kerusakan berada pada kategori ringan, namun tetap membutuhkan intervensi cepat agar tidak berkembang menjadi kerusakan lebih parah dan berdampak sosial lebih luas.

Kebutuhan Anggaran Rp741 Juta

Dalam dokumen paparan yang sama, Pemkab Konawe Utara menguraikan kebutuhan pembiayaan penanganan sebagai berikut:

  • Sudah tertangani: Rp227.660.520
  • Belum ditangani: Rp514.177.440
  • Total kebutuhan anggaran: Rp741.837.960

Angka tersebut menunjukkan bahwa dukungan pembiayaan lanjutan masih sangat dibutuhkan guna menuntaskan seluruh proses pemulihan.

Tanpa percepatan realisasi anggaran, 151 unit yang belum tertangani berpotensi memperpanjang dampak sosial dan ekonomi bagi masyarakat terdampak.

Baca Juga :  Tegas! Bupati Konawe Utara Perintahkan Pejabat Tak Hadir Pelantikan Dicatat, Terancam Nonjob

Skema Penanganan Terpadu

Pemkab Konawe Utara menyusun skema kolaboratif bersama unsur TNI dan Polri untuk mempercepat proses rehabilitasi.

  1. Penanganan oleh Personel Pemda (147 personel)
    Sebanyak 107 unit akan ditangani oleh personel Pemda dengan rincian:
  • Kecamatan Sawa: 57 unit (1 kelurahan, 7 desa)
  • Kecamatan Lasolo: 51 unit (1 kelurahan, 3 desa)
  • Lasolo Kepulauan: 1 unit
  • Sarana ibadah: 5 unit
  1. Penanganan oleh TNI Kodim 1430 Konawe Utara
    Sebanyak 26 unit di Kecamatan Wawolesea (5 desa) menjadi sasaran penanganan TNI.
  2. Penanganan oleh Polri Polres Konawe Utara
    Sebanyak 17 unit dengan rincian:
  • Kecamatan Lembo: 8 unit (1 kelurahan, 2 desa)
  • Kecamatan Molawe: 2 unit (2 desa)
  • Kecamatan Wiwirano: 7 unit (1 desa)
  • Sarana ibadah: 7 unit
Baca Juga :  Safari Dakwah Ramadhan Konawe Utara 2026: Ini Jadwal Wilayah dan Daftar Masjidnya

Kolaborasi lintas sektor ini diarahkan untuk mempercepat pemulihan terutama pada unit dengan kerusakan ringan dan sedang, sehingga warga dapat kembali menempati hunian dan menjalankan aktivitas secara normal.

Percepatan Pemulihan

Dengan masih tersisanya 151 unit yang belum tertangani, Pemkab Konawe Utara menegaskan komitmennya untuk terus mengoptimalkan koordinasi antar instansi dan mendorong percepatan realisasi anggaran.

Prioritas penanganan difokuskan pada hunian warga serta sarana ibadah yang terdampak, mengingat keduanya memiliki dampak sosial langsung terhadap stabilitas kehidupan masyarakat.

Rapat teknis ini menjadi langkah strategis untuk memastikan seluruh proses penanganan berjalan terukur, terarah, dan tepat sasaran.

Pemulihan pascabencana bukan sekadar perbaikan fisik bangunan, melainkan pemulihan rasa aman dan keberlanjutan kehidupan warga Konawe Utara tahun 2026.***


Laporan: Syaifuddi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *