Bombana,Rakyatposonline,Com – Pemerintah Kabupaten Bombana, bekerja sama dengan Badan Pusat Statistik (BPS) Kabupaten Bombana, secara resmi meluncurkan Expose Data Laica Data Lakomea dalam rangka program Pembinaan Desa CANTIK (Cinta Statistik). Acara yang diadakan di Kantor Desa Lakomea pada 15 Oktober 2024 ini dihadiri oleh berbagai pihak, termasuk Kepala Organisasi Perangkat Daerah (OPD), camat, lurah, dan perangkat desa setempat. Expose ini dibuka oleh Plh. Sekda Bombana, Ir. Rusdiamin, yang mewakili Pj. Bupati Bombana.
Dalam sambutannya, Ir. Rusdiamin menekankan pentingnya data yang akurat dan terstruktur untuk mendukung pembangunan desa. Menurutnya, data menjadi landasan utama dalam perencanaan pembangunan, terutama untuk mencapai pembangunan desa yang tepat sasaran. “Desa dan kelurahan saat ini berperan sebagai ujung tombak pembangunan, sekaligus sebagai ujung tombak pengumpulan data sektoral. Hal ini sejalan dengan arahan Presiden Joko Widodo yang menempatkan desa sebagai subjek utama pembangunan di Indonesia,” ungkapnya.
Kegiatan ini merupakan bagian dari upaya Pemerintah Kabupaten Bombana untuk mengoptimalkan peran desa dalam pengelolaan data. Sebagai implementasi dari Peraturan Presiden No. 39 Tahun 2019 tentang Satu Data Indonesia, Pemerintah Kabupaten Bombana telah menetapkan Peraturan Bupati Bombana Nomor 41 Tahun 2022 mengenai Satu Data Kabupaten Bombana. Kebijakan ini bertujuan untuk memastikan bahwa data yang digunakan dalam perencanaan pembangunan adalah data yang akurat, valid, dan terpercaya.
Penguatan Kapabilitas Statistik Desa
Selain itu, acara ini juga merupakan wujud pembinaan dari BPS kepada desa-desa di Kabupaten Bombana melalui program Desa CANTIK. Program ini bertujuan untuk meningkatkan kapabilitas desa dalam mengelola statistik. Ir. Rusdiamin menegaskan bahwa upaya ini merupakan amanat dari Undang-Undang No. 16 Tahun 1997 tentang Statistik, yang mengharuskan BPS memberikan pembinaan terhadap penyelenggaraan statistik di seluruh wilayah Indonesia, termasuk di desa-desa.
“Dengan adanya pembinaan statistik ini, kami berharap kualitas data yang dikelola oleh desa semakin meningkat. Data yang akurat dapat dijadikan sebagai dasar pengambilan keputusan, sehingga pembangunan desa dapat lebih tepat sasaran dan sesuai dengan kebutuhan masyarakat,” jelas Rusdiamin.
Ia juga menambahkan bahwa Laica Data Lakomea diharapkan dapat menjadi alat yang efektif bagi pemerintah dan masyarakat dalam merencanakan pembangunan yang lebih baik. “Dengan data yang lengkap dan akurat, pembangunan di Desa Lakomea dan desa-desa lainnya di Kabupaten Bombana akan lebih terarah dan sesuai dengan kebutuhan lokal,” ujarnya.
Pencapaian Desa Lakomea dalam Pengelolaan Data
Dalam acara tersebut, Kepala Desa Lakomea juga memberikan laporan mengenai pencapaian Desa Lakomea dalam pengelolaan data statistik. Desa ini berhasil menyelesaikan seluruh tahapan pengumpulan data statistik dengan hasil yang sangat baik. Salah satu pencapaian penting dari kegiatan ini adalah rilis buku “Lakomea Dalam Angka”, yang memberikan gambaran komprehensif mengenai kondisi sosial, ekonomi, dan sektor pertanian di desa tersebut.
Sektor pertanian, yang merupakan sektor utama di Desa Lakomea, menjadi fokus utama dalam pengumpulan data. Buku “Lakomea Dalam Angka” menyediakan data detail yang dapat dijadikan acuan dalam perencanaan pembangunan pertanian di desa. Data ini diharapkan tidak hanya menjadi informasi statis, tetapi juga menjadi alat untuk memberdayakan masyarakat desa dan mendukung pembangunan yang berkelanjutan.
Presentasi Hasil Survei BPS Kabupaten Bombana
Selain laporan dari Kepala Desa Lakomea, BPS Kabupaten Bombana juga mempresentasikan hasil survei terbaru yang memberikan gambaran tentang kondisi sosial ekonomi masyarakat di desa tersebut. Hasil survei ini menyoroti beberapa tantangan yang dihadapi oleh masyarakat desa, termasuk dalam hal akses terhadap infrastruktur dasar dan layanan publik.
Dengan memanfaatkan data yang dihasilkan dari survei ini, pemerintah desa diharapkan dapat mengambil langkah-langkah strategis untuk mengatasi berbagai tantangan yang dihadapi. Hasil survei juga memberikan informasi yang penting bagi pemerintah daerah dalam merencanakan program-program pembangunan yang lebih terarah dan tepat guna.
BPS Bombana juga menekankan bahwa data yang dikumpulkan dari desa-desa seperti Lakomea dapat digunakan untuk mendorong kemandirian desa. “Kami berharap dengan adanya data yang akurat, desa-desa di Kabupaten Bombana dapat lebih berdaya dan mandiri dalam mengembangkan potensi lokal mereka,” ujar perwakilan BPS.
Harapan untuk Masa Depan Desa
Dengan dilaksanakannya Expose Data Laica Data Lakomea ini, diharapkan bahwa desa-desa di Kabupaten Bombana, termasuk Desa Lakomea, dapat menjadi contoh bagi desa-desa lain dalam hal pengelolaan data yang baik. Data yang akurat dan berkualitas menjadi kunci untuk mewujudkan pembangunan yang berkelanjutan dan tepat sasaran. Pemerintah Kabupaten Bombana melalui kerjasama dengan BPS, berkomitmen untuk terus mendukung peningkatan kualitas data di desa-desa melalui program pembinaan yang berkelanjutan.
Plh. Sekda Bombana, Ir. Rusdiamin, menutup acara dengan menggarisbawahi pentingnya kolaborasi antara pemerintah pusat, pemerintah daerah, dan masyarakat dalam mengelola data statistik. “Keberhasilan Laica Data Lakomea adalah contoh nyata bagaimana data dapat digunakan untuk memberdayakan masyarakat desa dan mendukung pembangunan yang lebih baik,” ujarnya.
Dengan adanya program Desa CANTIK ini, pemerintah berharap dapat meningkatkan kualitas data yang dikelola oleh desa, sehingga mampu mendorong kemandirian dan kesejahteraan masyarakat desa di masa mendatang.