PT AGB dan Teratai Diduga Sebabkan Banjir Lumpur, Legislator Konut Dorong Digelarnya RDP

Ketagan : Penyerahan Dana Tunai Hasil Sumbangsih Dari DPRD, Pemda Konut, SKPD, Parpol PBB Untuk Perbaikan Kali.


Konawe Utara, Rakyatpostonline.Com – Masyarakat Desa Andeo, Tetelupai, dan Matapila, Kecamatan Lasolo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), hingga kini terus dilanda banjir lumpur.

Akibat banjir lumpur ini, ratusan warga dari tiga desa tersebut mengalami berbagai kerugian yang ditaksir mencapai ratusan juta rupiah. Mulai dari rusaknya peraBerdasarkan pantauan Rakyatpostonline, total kerugian masyarakat ditaksir mencapai angka ratusan juta rupiah.

Jika hujan turun, bencana kembali menyerang. Terakhir pada Rabu (11/5/2022) lalu, sekira pukul 23.00 Wita, banjir lumpur bercampur batu merambah hingga ke rumah-rumah warga.

Salah satu warga Desa Andeo, Edison Peokodo kepada awak media mengungkapkan, banjir ini akibat ulah dua perusahaan tambang batu yakni PT Artha Gunung Batu (AGB) dan PT Teratai yang berada di Desa Andeo.

Tidak adanya drainase dan deker yang dibangun PT Teratai, membuat air hujan yang turun, langsung meluap kejalan hingga masuk kerumah warga.

Parahnya, lumpur ikut turun dari lokasi penambangan batu, hingga merusak median jalan dan rumah-rumah warga.

Olehnya, Edison yang juga pemilik toko Pemdua ini, berharap kepada pihak perusahaan agar bertanggung jawab dengan banjir lumpur ini.

“Sudah disarankan agar membuat box culver, tapi sampai hari ini tidak ada realisasi dari pihak Teratai,” ungkap Edison kesal saat diwawancarai Kamis (12/5/2022).

Tidak adanya drainase dan deker bukan satu-satunya pemicu bencana, namun lebih parah, adanya bangunan jembatan beton yang melintas di kali milik PT AGB. Gorong-gorong jembatan kecil menimbulkan penyumbatan, sehingga air kali semakin besar dan keras meluap ke jalan dan rumah warga.

Lumpur bercampur batu yang turun dari lokasi penambangan PT Teratai, masuk ke kali mengakibatkan pendangkalan sehingga semakin mempercepat terjadinya luapan air.

Edison mewakili masyarakat, menginginkan adanya investasi yang betul-betul dinikmati warga, tidak merugikan masyarakat, seperti banjir lumpur ini.

“Kami inginkan pemerintah lakukan proses kepada pihak perusahaan agar merespon apa yang jadi keinginan masyarakat membangun box culver,” kata Edison dengan nada tinggi.

Sebelumnya, pada tahun 2021, Wabup Konut, Abu Haera bersama Ketua DPRD, Ikbar telah turun melakukan sidak dan menginstruksikan pihak PT AGB mengganti jembatan tersebut, namun, tak diindahkan.

Kesal dengan sikap perusahaan, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konut, dibawa pengawalan Wabup, Abu Haera, langsung turun melakukan pembongkaran jembatan beton milik PT AGB, usai banjir parah pada Rabu (11/5/2022).

Reaksi kesal terhadap perusahaan juga datang dari Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Konut. Hal ini diterangkan salah satu legislator dari Partai Golkar, Safrin.

Safrin meminta masyarakat yang menjadi korban agar menyurat ke DPRD Konut untuk ditindak lanjuti melalui rapat dengar pendapat (RDP) kepada pihak PT AGB dan Teratai.

Selain itu, DPRD Konut juga meminta pertanggungjawaban pihak perusahaan atas kerugian yang dialami para korban.

“Kalau bisa sebelum ada RDP, agar jangan dulu ada aktivitas dari perusahaan,” tegas Safrin saat turut menyalurkan bantuan sembako kepada korban banjir di tempat itu.

Pernyataan itu, mendapat apresiasi besar dari masyarakat setempat, dan segera ditindak lanjuti sesuai arahan yang disampaikan.

“Segera kami membuat suratnya, beserta data-datanya dan masukkan ke DPRD,” tutup Edison.


Laporan : Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copy Paste. Hargai Karya Orang Lain Boss!