Kali Peroa Meluap Tim TRC BPBD Konut Terjun Ke Lokasi Banjir

Rumah warga desa longeo utama terendam sebanyak delapan unit, akibat meluapnya kali peroa. Jumat, (04/03/2022). (*Ist/RP)

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Baca Teks Berita“]

Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Meluapnya sungai kecil peroa yang melintasi wilayah kecamatan asera, kabupaten konawe utara (Konut) Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) mengakibatkan delapan rumah kepala keluarga (KK) desa longeo utama terendam banjir, Jumat (04/03/2022).

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konawe Utara menerjunkan Tim Reaksi Cepat (TRC) BPBD Konut, langsung ke lapangan dengan melakukan kaji cepat di lokasi kejadian untuk mengejek adanya banjir yang mengakibatkan rumah warga terendam.

Sekretaris BPBD Konut, Djasmidin mengatakan, laporan diterima dari masyarakat pada pukul 17:30 Wita, Jumat (04/03/2022) dengan hasil peninjauan tim. Desa yang tergenang ini sudah menjadi langganan banjir kiriman di setiap musim hujan, akibat meluapnya kali peroa.

“Saya sendiri turun ke lokasi. Hasil pantauan kami rumah warga terendam sebanyak delapan unit. Selain debit air yang besar, penyebab lainnya karena adanya pedangkalan kali. Sebab kondisi rumah warga membagun melewati bibir sungai,” Ucap, Djasmidin. Sabtu, (05/03/2022).

Djasmidin menegaskan bahwa pihak BPBD Konut terus memantau kembali ke lokasi banjir untuk memberikan imbauan dan mengkaji cepat. Akibat luapan sungai Peroa, tidak menimbulkan dampak kerugian kepada masyarakat.

“Ketika air surut sudah dibersihkan dan warga juga telah kembali ke kediamannya. Kami juga sudah imbau agar jika terjadi banjir susulan agar warga dievakuasi ke tempat yang lebih aman, sebab sungai kecil menikung serta bersambung langsung dengan drienase jalan lintas trans sulawesi sehingga berpotensi banjir,” katanya.

Lanjut pria berkacamata itu menerangkan, langkah penanganan untuk mengantisipasi agar sungai tersebut tidak meluap dan melakukan antisipasi, maka perlu dilakukan pengerukan sungai, dilakuikan penguatan tebing.

“Kita juga harus melakukan pemasangan Boxculver yang memotong jalan trans sulawesi, sehingga air tidak lagi menikung mengikuti Drainase jalan poros trans sulawesi, dan meluruskan anak sungai tersebut langsung bermuara di sungai Lasolo,” Pungkas, Djasmidin. (**)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

error: Dilarang Copy Paste. Hargai Karya Orang Lain Boss!