Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Warga dan pemangku kepentingan mendesak pemerintah pusat untuk membangun jembatan layang di Desa Sambandete, Kecamatan Oheo, Kabupaten Konawe Utara (Konut), sebagai solusi optimal mengatasi banjir tahunan yang melumpuhkan Jalan Trans Sulawesi.
Selama bertahun-tahun, jalan nasional yang menghubungkan Sulawesi Tenggara (Sultra) dan Sulawesi Tengah (Sulteng) ini terus mengalami kerusakan parah, diperburuk dari asal muasal oleh proyek yang mangkrak dan putus kontrak.
Upaya perbaikan sementara sering kali sia-sia karena posisi badan jalan yang lebih rendah dari jalur lintasan air saat musim hujan dan luapan Sungai Lalindu.
Masyarakat menilai pembangunan jembatan layang jauh lebih efektif dibanding sekadar urukan atau perbaikan jalan berkala, yang terbukti tidak mampu menahan dampak banjir.

Selain itu, proyek ini harus melibatkan Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Sulawesi Tenggara untuk pembangunan jalan dan Balai Wilayah Sungai (BWS) Sulawesi Tenggara untuk mengendalikan luapan Sungai Lalindu.
“Tanpa solusi permanen seperti jembatan layang, masalah ini akan terus berulang setiap tahun. Kami butuh tindakan nyata, bukan janji-janji perbaikan yang hanya bertahan sebentar,” ujar Kepala Desa Sambandete, Idrus.
Masyarakat berharap pemerintah pusat segera menjadikan pembangunan jembatan layang sebagai proyek prioritas, mengingat Jalan Trans Sulawesi bukan sekadar jalan antar-kabupaten, melainkan jalur utama antarprovinsi yang sangat vital bagi aktivitas ekonomi dan mobilitas warga. (**)
Laporan : Muh. Sahrul