‎10 Hotspot Terdeteksi di Konut, BPBD Ingatkan Warga Jangan Bakar Lahan Sembarangan

Kalak BPBD Konawe Utara Galib S.TP., M.AP Foto Istimewa Selasa(8/9/2026)

‎Konawe Utara, Rakyatpostonline.com – Potensi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di Kabupaten Konawe Utara (Konut) mulai mendapat perhatian serius. Data Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) Stasiun Klimatologi Sulawesi Tenggara (Sultra) mencatat sedikitnya 10 titik panas (hotspot) terdeteksi di wilayah Konawe Utara pada 7 September 2026.‎

‎Data sebaran hotspot tersebut merupakan hasil pemantauan satelit AQUA, SNPP, dan NOAA20. Dari catatan BMKG, titik panas tersebar di sejumlah wilayah Konawe Utara, yakni Kecamatan Andowia, Langgikima, Lasolo Kepulauan dan Wiwirano.‎Rinciannya, dua titik terdeteksi di Kecamatan Andowia, dua titik di Langgikima, dua titik di Lasolo Kepulauan, dan empat titik di Kecamatan Wiwirano.

‎Temuan ini menjadi perhatian karena kondisi sejumlah wilayah Konawe Utara juga mulai mengalami kekeringan. Bahkan, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Konut mencatat telah terjadi kebakaran pada satu titik rumah dan sembilan titik lahan.
‎
‎Selain itu, kondisi kekeringan dilaporkan mulai berdampak terhadap lahan persawahan di Kecamatan Oheo dan Andowia.
‎
‎Berdasarkan data rinci BMKG, dua titik panas di Kecamatan Andowia terdeteksi oleh satelit AQUA pada pukul 14.09 pada 7 September 2026.
‎
‎Selanjutnya, dua titik di Kecamatan Langgikima masing-masing terdeteksi melalui satelit SNPP pada pukul 12.53 dan NOAA20 pada pukul 13.10.
‎
‎Sementara di Kecamatan Lasolo Kepulauan, dua titik panas terpantau melalui satelit SNPP pada pukul 12.53 dan NOAA20 pada pukul 00.32.
‎


‎Adapun jumlah terbanyak tercatat di Kecamatan Wiwirano, yakni empat titik. Tiga di antaranya terdeteksi satelit SNPP pada pukul 12.53, sedangkan satu lainnya terpantau melalui satelit NOAA20 pada pukul 13.10.
‎
‎Data tersebut merupakan hasil pemantauan hotspot menggunakan instrumen satelit dan tidak serta-merta berarti setiap titik merupakan kebakaran yang telah terkonfirmasi di lapangan. Titik panas perlu ditindaklanjuti dengan pengecekan untuk memastikan kondisi sebenarnya di lokasi.
‎
‎Kepala Pelaksana BPBD Konut, Galib, STP., M.AP., mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan, terutama saat melakukan aktivitas di perkebunan maupun pembukaan lahan.
‎
‎Masyarakat diminta tidak melakukan pembakaran secara sembarangan karena kondisi lahan yang kering dapat meningkatkan risiko api sulit dikendalikan dan meluas ke kawasan lain.
‎
‎“Kami mengimbau masyarakat Konawe Utara agar tidak membakar di halaman perkebunan maupun saat melakukan pembukaan lahan. Kondisi sekarang cukup rawan, sehingga jangan sampai api yang awalnya kecil justru meluas dan menyebabkan kebakaran,” imbau Galib.
‎
‎Menurutnya, pencegahan harus menjadi perhatian bersama. Masyarakat yang melakukan aktivitas pembukaan atau pembersihan lahan diharapkan mempertimbangkan kondisi cuaca dan lingkungan sebelum menggunakan api.
‎
‎Kewaspadaan tersebut semakin penting karena BPBD Konut telah mencatat adanya kejadian kebakaran. Terdapat satu titik rumah yang terbakar dan sembilan titik lahan yang terdampak kebakaran di wilayah Konawe Utara.
‎
‎Di sisi lain, kekeringan juga mulai menjadi persoalan bagi masyarakat, khususnya petani. Kondisi sawah yang mengalami kekeringan dilaporkan terjadi di Kecamatan Oheo dan Andowia.
‎
‎Situasi ini membuat masyarakat diminta tidak menambah risiko dengan melakukan pembakaran terbuka, baik untuk membersihkan kebun maupun membuka lahan baru.
‎
‎Dengan ditemukannya hotspot di Andowia, Langgikima, Lasolo Kepulauan dan Wiwirano, masyarakat di wilayah tersebut diminta meningkatkan kewaspadaan terhadap kemungkinan munculnya api.
‎
‎BPBD Konut juga mengharapkan masyarakat segera melaporkan apabila menemukan kebakaran atau kepulan asap yang mencurigakan agar dapat dilakukan penanganan sedini mungkin.
‎
‎Pemerintah daerah mengingatkan bahwa pencegahan karhutla tidak hanya menjadi tugas petugas di lapangan. Keterlibatan masyarakat sangat dibutuhkan, terutama dengan tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan.
‎
‎Dengan kondisi 10 titik panas yang terdeteksi BMKG, satu rumah terbakar, sembilan titik lahan terdampak kebakaran serta kekeringan sawah di Oheo dan Andowia, kewaspadaan terhadap potensi karhutla di Konut perlu terus ditingkatkan.


Laporan : Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *