Masuk di Lokasi IUP, Situs Goa Kota Langgai Terancam Dihancurkan


Konawe Utara, Rakyatpostonline.Com – Tak etis rasanya menghancurkan Goa Kota Langgai. Pernyataan yang tentu wajar oleh berbagai kalangan, lantaran situs di Kecamatan Lembo, Kabupaten Konawe Utara (Konut) ini, memiliki nilai sejarah tinggi.

Goa Kota Langgai merupakan peradaban pertama warga Kecamatan Lembo dan sekitarnya. Hal ini dibuktikan dengan banyaknya artefak di lokasi tersebut, sehingga pantas rasanya jika disebut sebagai surganya sejarawan, dengan kehidupan masyarakat masa lalu di sana.

Beberapa orang menyebutnya sebagai Kampung Lembo masa lalu. Mulai dari alat makan seperti piring, hingga tengkorak manusia ada di Goa Kota Langgai. Jika ingin ke tempat itu, harus berjalan kaki dari Kelurahan Lembo, sejauh 4 kilometer, kurang lebih selama 45 menit.

Tempat yang sejatinya mampu menjadi kenangan abadi bagi masyarakat Lembo, dengan nilai-nilai sejarahnya yang tinggi, kini terancam musnah selamanya. Bukan karena pergeseran budaya yang semakin maju, namun karena adanya kepentingan segelintir orang dalam dunia bisnis pertambangan.


Lokasi Goa Kota Langgai, masuk dalam salah satu Wilayah Izin Usaha Pertambangan (WIUP), otomatis tempatnya secara keseluruhan bakal dihancurkan. Hal ini membuat hati masyarakat menjadi was-was, lantaran asa ingin menikmati indahnya suasana peradaban masa lalu bakal pupus.

Edi Setiawan selaku tokoh pemuda, mewakili masyarakat Kecamatan Lembo, kepada awak media, Senin (8/8/2022), membenarkan adanya bekas perkampungan di Goa Kota Langgai, dimana peradabannya ada sejak tahun 1.603 masehi.

“Lembo yang dulu itu di Kota Langgai, sementara yang sekarang (Kelurahan Lembo-red) dulu itu masih laut,” terangnya.

Menanggapi lokasi Goa Kota Langgai yang masuk dalam kawasan IUP salah satu perusahaan, ia mengaku tidak senang. Masyarakat bahkan marah dengan masuknya perusahaan tersebut.

Ia berharap, pihak pemerintah, terutama Dinas Pariwisata dapat mengembangkan Goa Kota Langgai, sehingga keberadaannya lebih bermakna sebagai salah satu tempat paling bersejarah, bukan hanya bagi masyarakat Lembo, tapi juga mencakup skala nasional.

Diungkapkan, meskipun jarang wisatawan yang datang ke Goa Kota Langgai, namun akademisi beberapa kali datang melakukan penelitian. Terakhir dari rombongan mahasiswa Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari.

Lebih dari itu kata Edi Setiawan, beberapa akademisi juga telah mengabadikan tempat tersebut ke dalam tulisan. Salah satunya yakni Basrim Melamba bersama kawan-kawannya yang menerbitkan buku, khusus membahas Goa Kota Langgai.

“Ini peninggalan leluhur, kalau dihancurkan akan menimbulkan konflik. Ini kami masyarakat baru saja memasukkan surat ke Polres Konut, karena kami akan ke kantor DPRD, untuk menyuarakan aspirasi kami,” tutup Edi Setiawan.


Laporan : Syaifuddin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.