Gubernur NTB Berikan Sinyal Dukungan Pada Ziadi-Aswatara

[responsivevoice_button voice=”Indonesian Female” buttontext=”Bacakan Berita“]
Lombok Tengah, Rakyatpostonline.com – Bertemunya Gubernur Nusa Tenggara Barat (NTB) Zulkieflimansyah dengan calon Bupati Lombok Tengah (Loteng) Ahmad Ziadi kemarin rabu, sempat viral di media sosial. Pertemuan yang terjadi pada acara Haul TGH Datok Lopan, di Desa Lajut Kecamatan Praya Tengah, dihadiri oleh ribuan jamaah.

Foto dan video keduanya beredar melalui berbagai platform media sosial, mulai dari facebook, instagram , hingga whatsapp. Beragam respon bermunculan di kalangan netizen, baik itu respon positif maupun negatif.

Mencermati peristiwa tersebut, melalui release yang diterima media, kamis (22/10/2020) pengamat politik dari Lembaga Wacana NTB, Dwi Hidayat memiliki pandangan bahwa Gubernur memberikan sinyal secara tidak langsung mendukung paslon Ahmad Ziadi dan Lalu Aswatara dalam pilkada Lombok tengah.

Dia juga menjelaskan pertemuan keduanya bukanlah tanpa disengaja, melainkan memang Gubernur sendiri sudah mengetahui pertemuan di Desa Lajut itu, Ahmad Ziadi juga akan datang.

“Saya curiga memang sejak awal Gubernur tahu, bahwa dia akan bertemu Ziadi pada acara Haul Datok Lopan. Pada saat pidato Pak Gubernur meenyebut-nyebut nama Cabup Ziadi, yang kebetulan juga Ziadi berada di tempat acara,” jelasnya.

Pilkada Loteng sangat erat dengan persaingan patron politik di dalamnya. Dwi membeberkan bahwa hanya Ziadi yang tidak memiliki patron politik dan tidak mempunyai ikatan dengan para elit lokal.

“Harus diakui Ahmad Ziadi tidak memliki patron politik, seperti halnya paslon lain di pilkada Loteng. Sebut saja Lalu Pathul – Nursiah sudah jelas mereka berpatron kepada Suhaili. Demikian halnya dengan Masrun – Habib, sosok Masrun dikenal dekat dengan Suhaili. Dan diantara kedua paslon ini saling berebut basis suara Suhaili pada pilkada tahun 2015 lalu,” bebernya

“Kemudian Lale Prayatni – Sumum yang tidak lepas dari posisi Suami Lale, yang merupakan Sekda NTB, Lalu Gita Aryadi. Sehingga jelas Lale akan mendompleng posisi suaminya untuk menaikkan elektabilitas. Sosok Lalu Gita adalah elit birokrat dan punya pengaruh,” sambungnya.

Pria yang juga Dosen di Universitas 45 Mataram ini, menilai mendukung Ziadi – Aswatara di Loteng lebih menguntung secara politik bagi Doktor Zul, guna memuluskan jalan menuju periode kedua menjadi Gubernur.

“Dapat dipahami bahwa secara posisi politik mendukung Ziadi – Aswatara jauh lebih menguntungkan bagi bang Zulkieflimansyah, ketimbang paslon lainnya. Bang Zul harus memulai memetakan dukungan politiknya dari sekarang, jika dia ingin mencalonkan diri sebagai Gubernur untuk periode kedua. Mendukung Ziadi merupakan langkah paling logis,” pungkasnya.

“Dukungan itu modal luar biasa bagi pasangan wayent wah. Dapat mempengaruhi opini dan psikologi publik. Tapi nanti kita lihat, apakah bacaan saya ini benar atau tidak. Kita lihat peristiwa peristiwa politik berikutnya,” tutup pemuda lajang alumni UGM tersebut. (**)


 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *